Kompas. 1. Id.
Ketua KONI Kabupaten Bandung, H. Yana Suryana, S.Pd.I menyampaikan apresiasi terhadap Kepengurusan baru Persatuan Tenis Seluruh Indonesia ( PELTI).
Kepengurusan baru tersebut dipimpin Willy Wirasasmita setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) PELTI Kabupaten Bandung, Hal tersebut disampaikan dalam pengukuhan pengurus Pelti Kabupaten Bandung, di Indoor Tenis Komplek Pemda, Sabtu ( 19/9/26 ).
Ketua KONI Kabupaten Bandung, H. Yana Suryana, S.Pd.I menilai, terpilihnya kepengurusan baru menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga tenis di daerah. PELTI Kabupaten Bandung diharapkan mampu membangun organisasi yang solid, terbuka, dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.
“Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, kami berharap PELTI Kabupaten Bandung dapat segera menyusun program kerja yang terukur dan berkelanjutan. KONI tentu memberikan apresiasi serta dukungan terhadap setiap upaya yang diarahkan untuk memajukan olahraga dan meningkatkan prestasi atlet Kabupaten Bandung,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, tenis lapangan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Potensi tersebut tidak hanya terlihat dari keberadaan klub-klub tenis, tetapi juga dari banyaknya atlet muda yang membutuhkan ruang pembinaan, kompetisi, dan pendampingan secara konsisten.
Karena itu, kepengurusan PELTI yang baru
diminta tidak hanya menjalankan fungsi administratif organisasi, tetapi juga aktif turun ke lapangan. Pembinaan atlet harus dilakukan mulai dari tingkat klub, kelompok usia dini, hingga jenjang prestasi yang lebih tinggi.
“Pembinaan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Harus ada program yang benar-benar menyentuh atlet, pelatih, klub, dan para orang tua. Kami berharap PELTI dapat menjadi rumah bersama bagi insan tenis di Kabupaten Bandung,” katanya.
KONI Kabupaten Bandung juga mendorong PELTI agar memperbanyak agenda turnamen dan kompetisi. Kejuaraan yang diselenggarakan secara rutin dinilai penting untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus menjadi sarana mencari bibit-bibit baru.
Selain meningkatkan jam terbang atlet, kompetisi juga dapat membangun mental bertanding, sportivitas, disiplin, serta rasa percaya diri. Melalui pertandingan yang terencana, pelatih dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan atlet untuk kemudian menyusun pola pembinaan yang lebih tepat.
Memasuki kepengurusan baru, KONI Kabupaten Bandung menargetkan peningkatan kualitas dan kuantitas atlet hingga 2030. Target tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk membangun pembinaan tenis yang lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan prestasi di berbagai tingkatan.
Dhany.










