KEMARAU PANJANG,LAPAS GARUT MENGGELAR SALAT ISTISQA*

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 23:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

**GARUT KOMPAS 1.ID**
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menggelar Salat Istisqa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat.

Salat Istisqa dilaksanakan dengan khidmat di area **Lapangan tenis Lapas Kelas IIA Garut** dan diikuti oleh pegawai serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kebersamaan antara petugas dan warga binaan dalam satu saf menghadirkan suasana religius sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.

Pelaksanaan Salat Istisqa dipimpin oleh **KH. Aceng Alawi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut**. Seusai salat, jamaah bersama-sama memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan, memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang bermanfaat, memberikan keberkahan bagi kehidupan masyarakat, serta menjauhkan dari berbagai dampak kekeringan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, **Rusdedy**, menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya menjadi bentuk ikhtiar dalam menghadapi kondisi kemarau, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan.
“Salat Istisqa ini merupakan wujud ikhtiar dan doa kita bersama. Sebagai manusia, kita melakukan berbagai upaya secara lahiriah, tetapi pada saat yang sama kita juga harus menyadari bahwa segala sesuatu berada dalam kekuasaan Allah SWT. Kita memohon agar segera diturunkan hujan yang membawa rahmat, keberkahan, dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rusdedy.

Baca Juga:  Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026, Wabup Intan: Perkuat Sinergi Kepemimpinan Daerah

Rusdedy menambahkan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dari proses pembinaan di Lapas Garut. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan dan kemandirian, tetapi juga pada penguatan nilai spiritual sebagai bekal bagi warga binaan dalam menjalani proses perubahan diri.

“Kami ingin setiap kegiatan keagamaan menjadi ruang bagi warga binaan untuk melakukan introspeksi dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Harapannya, nilai-nilai yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat tertanam dan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, **KH. Aceng Alawi** mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Salat Istisqa sebagai momentum memperbanyak doa, istighfar, dan memohon ampun kepada Allah SWT. Ikhtiar meminta hujan, menurutnya, sekaligus menjadi pengingat bagi manusia mengenai pentingnya rasa syukur dan kepedulian terhadap alam serta lingkungan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Pegawai dan warga binaan tampak larut dalam doa, menyatukan harapan agar hujan segera turun membawa kebaikan dan keberkahan.

Melalui pelaksanaan Salat Istisqa ini, Lapas Kelas IIA Garut kembali menegaskan bahwa proses pemasyarakatan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan pembinaan kemandirian, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual. Dari balik tembok pemasyarakatan, doa dan harapan dipanjatkan bersama untuk turunnya rahmat Allah SWT bagi Garut dan masyarakat secara luas.

Wa Ratno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru