Kompas1.id
LUBUK BASUNG, AGAM — Sebuah momen pengharapan warga Kabupaten Agam tersebar luas di media sosial. Wakil rakyat setempat menyerahkan apa yang disebut “surat cinta” kepada Menteri Keuangan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan. Isinya memohon agar aset negara yang selama ini terbengkalai di Lubuk Basung dapat dihibahkan untuk perluasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung.
Video yang diunggah melalui akun TikTok tersebut langsung menyedot perhatian warga Sumatera Barat. Niatnya dipandang mulia: memanfaatkan lahan milik negara yang tidak produktif demi peningkatan fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Tak Disangka, Hanya Beberapa Jam Kemudian Pergantian Terjadi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, takdir berjalan tak terduga. Hanya berselang beberapa jam setelah surat aspirasi itu diterima, kabar mengejutkan datang dari istana. Presiden Prabowo Subianto merombak Kabinet Merah Putih: Purbaya Yudhi Sadewa dicopot dari jabatan Menteri Keuangan dan digantikan oleh Suahasil Nazara pada Senin, 14 September 2026, berdasarkan Keppres Nomor 97P Tahun 2026.
Purbaya menjabat sebagai Menkeu kurang lebih satu tahun, sejak 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pergantian ini langsung memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga Agam: Bagaimana nasib surat permohonan tersebut sekarang?
Apakah usulan yang baru saja disampaikan akan dipelihara dan ditindaklanjuti oleh menteri yang baru? Atau proses harus diulang dari awal, menambah waktu yang sudah terhitung mendesak?
Bukan Soal Orang, Melainkan Proses
Secara teknis, pemberian hibah Barang Milik Negara (BMN) bukan keputusan perseorangan menteri, melainkan melalui mekanisme birokrasi resmi Kementerian Keuangan. Dalam praktik yang berlaku, penyerahan aset bernilai besar dilakukan secara teradministrasi bersama kementerian terkait, sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dimanfaatkan.
Pemerintah Kabupaten Agam sendiri telah menegaskan komitmen dalam penertiban dan pemanfaatan aset secara transparan dan akuntabel. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari Kementerian Keuangan maupun Pemkab Agam mengenai status permohonan tersebut.
Harapan Warga: Jangan Diulang dari Nol
Masyarakat berharap, siapapun yang memegang tampuk pimpinan di Kemenkeu, proses yang sudah berjalan tidak harus dimulai kembali dari awal. Mengingat perluasan RSUD Lubuk Basung menyangkut hajat hidup orang banyak dan kebutuhan mendesak akan layanan kesehatan yang memadai di seluruh wilayah Kabupaten Agam.
“Urusan rumah sakit tidak bisa ditunda-tunda. Semoga niat baik ini tidak berhenti karena pergantian pejabat. Harapannya, surat cinta ini tetap dibalas dengan kepastian yang nyata,” ujar salah satu warga.
Perkembangan terkini status permohonan hibah aset ini akan terus dipantau.
HARU OBF
Sumber: akun TikTok Bang GS









