HUTAN MAKIN GUNDUL, WARGA LEBAK SOROTI SULITNYA HUJAN: PEMERINTAH DIMINTA JANGAN TUTUP MATA LEBAK, BANTEN —

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID.ID
Sabtu, 5 September 2026 — Kondisi alam di Kabupaten Lebak, Banten, belakangan menjadi perhatian masyarakat. Sulitnya hujan turun dan kondisi sejumlah kawasan pegunungan yang dinilai semakin terbuka akibat berkurangnya pepohonan membuat warga khawatir terhadap keberlangsungan lingkungan hidup di wilayah tersebut.

Masyarakat menduga kondisi tersebut tidak terlepas dari kerusakan hutan dan berkurangnya tutupan pohon di sejumlah kawasan. Penebangan pohon yang diduga dilakukan secara sembarangan dinilai dapat mengancam keseimbangan ekosistem apabila tidak segera diawasi dan dikendalikan.

Warga membandingkan kondisi alam saat ini dengan beberapa tahun sebelumnya. Dahulu, kawasan pegunungan dan perbukitan di Lebak masih terlihat hijau dengan pepohonan yang cukup lebat. Sumber-sumber air juga relatif lebih mudah ditemukan dan masyarakat masih merasakan kondisi lingkungan yang lebih sejuk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun kini, menurut keluhan warga, perubahan mulai terasa. Sejumlah kawasan terlihat semakin terbuka dan pepohonan semakin berkurang. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa apabila kerusakan lingkungan terus berlangsung, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani dan warga yang bergantung pada sumber air alami.
WARGA MINTA PEMERINTAH TIDAK TUTUP MATA

Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Lebak bersama instansi terkait untuk tidak menutup mata terhadap persoalan kerusakan lingkungan. Pengawasan terhadap kawasan hutan dan pegunungan dinilai harus diperkuat, terutama terhadap aktivitas penebangan pohon dan pembukaan lahan yang berpotensi merusak kawasan resapan air.

“Jangan sampai pohon terus ditebang, gunung semakin gundul, kemudian ketika terjadi kekeringan masyarakat yang menjadi korban. Pemerintah harus turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ungkap salah seorang warga.
Warga juga meminta agar pemerintah melakukan pendataan terhadap kawasan yang mulai mengalami kerusakan serta segera melakukan penghijauan kembali.

Penanaman pohon dinilai penting untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai daerah resapan air dan menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, apabila ditemukan adanya aktivitas penebangan yang tidak memiliki izin atau melanggar aturan, masyarakat meminta aparat berwenang melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum.

Baca Juga:  Pasca Lebaran, Jalan Raya Siliwangi Dipenuhi Sampah: B3S Bergerak Cepat Atasi Bau dan Kekacauan

JANGAN MENUNGGU TERJADI BENCANA
Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Kerusakan tutupan hutan dapat meningkatkan berbagai risiko lingkungan, seperti erosi, longsor, berkurangnya cadangan air tanah, serta meningkatnya dampak kekeringan pada musim kemarau.

Karena itu, pemerintah diminta melakukan langkah pencegahan sebelum persoalan lingkungan semakin parah. Masyarakat tidak ingin pemerintah baru bergerak setelah terjadi bencana atau ketika sumber air sudah semakin sulit didapatkan.
Meski demikian, dugaan bahwa kondisi hutan secara langsung menjadi penyebab sulitnya hujan tetap perlu dibuktikan melalui kajian dan data ilmiah. Kondisi hujan dipengaruhi oleh banyak faktor cuaca dan iklim. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan berdasarkan data sekaligus melakukan pemeriksaan nyata terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Lebak.

MASYARAKAT AJAK JAGA HUTAN,
Di tengah kekhawatiran tersebut,
masyarakat juga mengajak seluruh elemen untuk ikut menjaga lingkungan. Pemerintah, aparat, pelaku usaha, tokoh masyarakat dan warga dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian hutan.

Hutan bukan hanya sekadar kumpulan pepohonan. Kawasan hutan memiliki peranan penting dalam menjaga tata air, kesuburan tanah, keanekaragaman hayati dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Warga berharap Kabupaten Lebak tidak kehilangan kawasan hijaunya akibat aktivitas yang tidak terkendali. Pemerintah diminta memperkuat pengawasan, melakukan rehabilitasi terhadap kawasan yang rusak, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Kalau hutan habis, yang rugi bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Anak cucu kita juga yang akan merasakan akibatnya. Karena itu, hutan harus dijaga mulai sekarang,” tegas warga.

Masyarakat Kabupaten Lebak berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait. Mereka meminta adanya langkah konkret di lapangan, bukan sekadar imbauan, sehingga kelestarian alam dan sumber air di Kabupaten Lebak tetap terjaga untuk generasi yang akan datang.

( ARS , Korwil .)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KEBAKARAN GUNUNG LALAKON MASIH DISELIDIKI, CAMAT KUTAWARINGIN HINGGA KAPOLSEK SOREANG SERTA KADES JELEGONG HIMBAU WARGA WASPADA MUSIM KEMARAU*
SNT 1 Subulussalam Gelar Bimtek Pemanfaatan LMS, Gandeng Pusdatin Kemendikdasmen dan SEAMOLEC
Bijak Menggunakan AI: Etika, Tanggung Jawab, dan Kesiapan Menghadapi Masa Depan
Pekerjaan Selesai, Sisa Upah Rp10 Juta Belum Dibayar, CV Satu Putra Diminta Bertanggung Jawab
Tabrakan Beruntun di Tol Palembang-Indralaya KM 9, 14 Orang Luka-Luka
Kecurigaan Masyarakat Bangun Sari soal Anggaran Desa: Diduga Dimanipulasi untuk Kepentingan Pilkades
YAMAHA VIXION TERBAKAR DI PASAR SENEN LAMPUNG UTARA, WARGA BERKERUMUN
DANA MBG DIDUGA TAK SESUAI PERUNTUKAN, PEMBAGIAN INSENTIF KADER DAN ALOKASI ANGGARAN DIPERTANYAKAN
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:42 WIB

KEBAKARAN GUNUNG LALAKON MASIH DISELIDIKI, CAMAT KUTAWARINGIN HINGGA KAPOLSEK SOREANG SERTA KADES JELEGONG HIMBAU WARGA WASPADA MUSIM KEMARAU*

Sabtu, 5 September 2026 - 14:14 WIB

HUTAN MAKIN GUNDUL, WARGA LEBAK SOROTI SULITNYA HUJAN: PEMERINTAH DIMINTA JANGAN TUTUP MATA LEBAK, BANTEN —

Sabtu, 5 September 2026 - 13:41 WIB

SNT 1 Subulussalam Gelar Bimtek Pemanfaatan LMS, Gandeng Pusdatin Kemendikdasmen dan SEAMOLEC

Sabtu, 5 September 2026 - 13:36 WIB

Bijak Menggunakan AI: Etika, Tanggung Jawab, dan Kesiapan Menghadapi Masa Depan

Sabtu, 5 September 2026 - 13:22 WIB

Pekerjaan Selesai, Sisa Upah Rp10 Juta Belum Dibayar, CV Satu Putra Diminta Bertanggung Jawab

Berita Terbaru