
Kompas. 1. Id.
Dalam menghadapi musim kemarau yang sedang berlangsung, Kepala Desa Tenjolaya Kecamatan Pasirjambu, Ismawanto Somantri, S.H.,S.Ip. mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan berlaku bijak dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.
Seruan tersebut dikatakan di kantor desa Tenjolaya Senin ( 1/9/26 ) dalam memasuki musim kemarau yang kita alami dapat membawa perubahan pada pola hidup dan potensi risiko yang dapat memengaruhi keselamatan, kesehatan, serta ketersediaan kebutuhan dasar seperti air. Untuk itu, kerja sama seluruh lapisan masyarakat sangat penting agar kita dapat melewati periode ini dengan aman dan minim dampak negatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Tenjolaya, Ismawanto menegaskan pentingnya pengelolaan air secara hemat dan bertanggung jawab. Sumber air baku, baik sumur, mata air, maupun tangkapan hujan, menjadi lebih terbatas selama musim kemarau. Masyarakat diimbau menggunakan air sesuai prioritas: kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi harus didahulukan. Hindari pemborosan air untuk kegiatan yang tidak mendesak, seperti menyiram taman secara berlebihan atau mencuci kendaraan setiap hari.” Tegasnya.
Ismawanto juga mendorong pembentukan atau penguatan kelompok masyarakat untuk mengelola cadangan air secara kolektif, termasuk pemasangan sistem penampungan air hujan sederhana di rumah-rumah dan fasilitas umum.
Kedua, terkait kebakaran lahan dan kebun, Kepala Desa meminta semua pihak untuk menahan diri dari pembakaran terbuka, termasuk pembakaran sisa tebangan, lahan pertanian, atau sampah. Kondisi tanah yang kering dan angin kencang meningkatkan risiko api cepat meluas dan sulit dipadamkan.
” Warga diminta melaporkan segera bila melihat titik api kecil atau asap mencurigakan melalui nomor darurat desa atau ke pos pemadam kebakaran terdekat. Kepala Desa juga menginstruksikan perangkat desa dan RT/RW di wilayah pemdes Tenjolaya untuk melakukan patroli antisipatif di titik-titik rawan, serta menyiapkan alat pemadam sederhana (seperti selang, ember, dan sekop) di lokasi strategis.
Jaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah perlu ditingkatkan. Sampah yang menumpuk, terutama sampah plastik dan bahan mudah terbakar, berkontribusi pada risiko kebakaran dan pencemaran lingkungan.
Ismawanto mengimbau seluruh warga untuk saling menjaga keamanan lingkungan masing-masing sebagai wujud tanggung jawab bersama dan wujud nyata semangat gotong royong.
Keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan kewajiban setiap warga, tetangga yang saling awasi, komunitas yang aktif, dan perangkat lokal yang sigap.
“Dengan kerja sama antarsesama, kita dapat menciptakan suasana lingkungan yang tenang, aman, dan nyaman untuk seluruh keluarga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.” Paparnya.
Jurnalis Dhany










