
Kompas. 1. Id.
Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026. Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Krisna Alamsyah ( F PKB ) Komisi D. Bertempat di Halaman Desa Katapang, Kecamatan Katapang , Sabtu ( 22/8/26 ).
Kegiatan dihadiri Kepala desa dan jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta warga masyarakat. Dalam kesempatan itu, anggota Dewan menyerap berbagai aspirasi, keluhan, dan usulan warga sebagai bahan untuk diperjuangkan dalam program pembangunan daerah. Reses memang menjadi sarana anggota DPRD untuk bertemu konstituen dan menampung aspirasi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Kepala Desa Katapang, Heri Fajri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran anggota dewan di tengah masyarakat.
Kami mengucapkan terima kasih kepada H. Krisna Alamsyah yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di desa kami. Kehadiran ini menunjukkan kepedulian terhadap kondisi riil di lapangan.
Heri Fajri menyatakan dukungan penuh terhadap putra daerah yang telah menjadi Dewan, terima kasih juga kepada seluruh warga yang telah berpartisifasi. Mari kita dukung terus putra daerah. Dewan Krisna Alamsyah. ” Tegasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Bandung , H. Krisna Alamsyah, ( F PKB ) Komisi D
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh konstituen yang telah hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat merupakan bentuk dukungan sekaligus wujud kepedulian terhadap berbagai program dan persoalan yang berkembang di lingkungan sekitar.
Krisna Alamsyah mengajak seluruh konstituen untuk tidak ragu menyampaikan berbagai keluhan, aspirasi, serta masukan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Setiap aspirasi yang disampaikan akan diterima, dicermati, dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
Krisna Alamsyah menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan masyarakat agar dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas .
Dalam reses tersebut, H. Krisna Alamsyah menyampaikan bahwa meskipun daerah saat ini masih menghadapi defisit anggaran, pemerintah dan DPRD akan tetap mengedepankan skala prioritas dalam setiap program pembangunan.
” Hal ini dilakukan agar pelaksanaan anggaran tetap berjalan efektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat yang paling mendesak.” Ujar nya dalam reses tersebut.
Lebih lanjut H. Krisna Alamsyah mengatakan bahwa, salah satu tujuan reses ini adalah untuk semakin mendekatkan wakil rakyat dengan masyarakat ( Silaturahmi ).
Melalui kegiatan reses ini ,
” Kami dapat bertatap muka langsung, mendengar aspirasi warga, serta memahami secara lebih dekat berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di lapangan. Dengan demikian, reses menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.
Salah satu keluhan yang banyak disampaikan adalah masih adanya kendala dalam pelayanan BPJS Kesehatan, antara lain proses administrasi yang dianggap cukup rumit, lamanya waktu antrean, keterbatasan informasi mengenai prosedur pelayanan, serta kesulitan masyarakat dalam memperoleh rujukan dan pelayanan kesehatan secara cepat. Masyarakat berharap adanya peningkatan sosialisasi, penyederhanaan prosedur, serta pelayanan BPJS yang lebih mudah, cepat, ramah, dan tidak diskriminatif.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan aspirasi agar insentif kader Posyandu dapat ditingkatkan. Para kader dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar, pendataan balita, pemantauan ibu hamil, pencegahan stunting, imunisasi, serta edukasi kesehatan keluarga. Namun, besaran insentif yang diterima dinilai belum sebanding dengan beban tugas, waktu, tanggung jawab, dan biaya operasional yang mereka keluarkan.
H. Krisna Alamsyah, akan follow up setiap aspirasi masyarakat ,
“Seluruh keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti dan dipertimbangkan oleh dewan.” Tegas Krisna Alamsyah.
Jurnalis : Dhany.









