Jernihnya Air Landau Badai, Pesona Alam yang Mengajarkan Arti Menjaga Lingkungan

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
KAPUAS HULU — Di tengah hamparan alam hijau Kabupaten Kapuas Hulu, terdapat sebuah pesona yang sederhana namun begitu memikat. Air yang jernih, bebatuan yang terlihat hingga dasar sungai, serta pepohonan yang masih rimbun menjadi gambaran nyata kekayaan alam di Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu.

Pemandangan tersebut bukan sekadar menawarkan keindahan untuk dinikmati. Lebih dari itu, kejernihan air menjadi sebuah pesan penting tentang bagaimana lingkungan yang terjaga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Dalam foto yang menggambarkan aktivitas warga menikmati jernihnya aliran air, terlihat bagaimana alam menjadi ruang kebersamaan. Anak-anak dan masyarakat dapat bermain serta berenang dengan suasana yang alami dan asri. Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sungai dan sumber air memiliki nilai sosial yang penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, keindahan seperti ini bukan sesuatu yang akan bertahan dengan sendirinya.

Air yang jernih hari ini adalah hasil dari lingkungan yang masih mampu kita jaga. Jika lingkungan terus dirusak, bukan tidak mungkin kejernihan tersebut hanya akan menjadi cerita bagi generasi mendatang.

Karena itu, menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu. Menjaga kebersihan air merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencemari aliran sungai, menjaga vegetasi di sekitar sumber air, hingga mengajarkan kepada anak-anak pentingnya mencintai alam sejak dini.

Alam Adalah Ruang Belajar

Keberadaan sungai yang bersih juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Dari alam, anak-anak dapat belajar bahwa air merupakan bagian penting dari kehidupan dan harus digunakan secara bijaksana.

Baca Juga:  ‎Kadis DTPHP Aceh Singkil Terima Penghargaan Kapolres pada Peringatan Hari Bhayangkara ke-80

Mereka dapat memahami bahwa air yang terlihat jernih bukan hanya untuk dinikmati, tetapi merupakan bagian dari ekosistem yang harus dilindungi. Di dalamnya terdapat berbagai kehidupan yang saling berkaitan dan membutuhkan lingkungan yang sehat.

Pesan sederhana yang dapat dipetik adalah: jangan hanya menikmati keindahan alam, tetapi ikut menjaganya.

Keindahan Desa Landau Badai juga menjadi pengingat bahwa potensi alam di daerah harus dirawat dengan baik. Jika dikelola secara bijaksana tanpa merusak lingkungan, kawasan seperti ini dapat menjadi ruang rekreasi masyarakat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis alam.

Menjaga Hari Ini untuk Generasi Esok

Kejernihan air adalah kekayaan yang tidak selalu bisa dibeli. Ketika sumber air tercemar, memulihkannya membutuhkan waktu, biaya, dan kesadaran yang besar.

Karena itu, langkah kecil yang dilakukan masyarakat hari ini memiliki arti besar untuk masa depan.

Tidak membuang sampah ke sungai. Tidak merusak lingkungan di sekitar sumber air. Menanam dan mempertahankan pepohonan. Serta mengajarkan anak-anak untuk mencintai alam adalah bentuk nyata investasi bagi generasi mendatang.

Desa Landau Badai memberikan sebuah pelajaran sederhana: alam yang dirawat akan memberikan kehidupan, sementara alam yang diabaikan pada akhirnya akan memberikan peringatan.

Mari menjaga kejernihan air, menghijaukan lingkungan, dan merawat keindahan alam yang masih kita miliki.

Sebab, warisan terbaik untuk anak cucu bukan hanya cerita tentang indahnya alam masa lalu, tetapi memastikan mereka masih dapat melihat, merasakan, dan menikmati keindahan itu di masa depan.

“Jaga airnya, rawat alamnya, lindungi masa depannya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Tanjung Raja dan Kasi Intel Kejari Ogan Ilir Hadiri Lomba Perahu Bidar Tradisional Piala Gubernur Sumsel
MAHASISWA UNPAD SERAHKAN KAJIAN KEKERASAN APARAT KEPADA KAPOLDA JABAR, INI TANGGAPAN IRJEN PIPIT RISMANTO
Krisna Alamsyah Serap Aspirasi Masyarakat melalui Reses
PENGEROYOKAN WARTAWAN DI JALAN RAYA CIBUBUR PERMAI — MELANGGAR UU PERS & KUHP, PELAKU TERANCAM PIDANA BERLAPIS
Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) Pertanyakan Urgensi Hingga Dugaan Konflik Kepentingan
🇮🇩 MERIAHKAN HUT RI KE-81, PJS DESA BOJONG MALAKA GELAR LOMBA MANCING MANIA DI KOLAM MILIK DESA
4 KEMAMPUAN INTI DALAM PROGRAM “JIAR MENGAJI” SMPN 1 ARJASARI BINAAN H. DENI PERMANA.
1 Tahun 6 Bulan Memimpin, Janji Kampanye Bupati Sapriadi Oyon–Hamzah Ditagih: Rakyat Menunggu Bukti, Bukan Janji
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Jernihnya Air Landau Badai, Pesona Alam yang Mengajarkan Arti Menjaga Lingkungan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Kapolsek Tanjung Raja dan Kasi Intel Kejari Ogan Ilir Hadiri Lomba Perahu Bidar Tradisional Piala Gubernur Sumsel

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:31 WIB

MAHASISWA UNPAD SERAHKAN KAJIAN KEKERASAN APARAT KEPADA KAPOLDA JABAR, INI TANGGAPAN IRJEN PIPIT RISMANTO

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Krisna Alamsyah Serap Aspirasi Masyarakat melalui Reses

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:53 WIB

PENGEROYOKAN WARTAWAN DI JALAN RAYA CIBUBUR PERMAI — MELANGGAR UU PERS & KUHP, PELAKU TERANCAM PIDANA BERLAPIS

Berita Terbaru

Berita

Krisna Alamsyah Serap Aspirasi Masyarakat melalui Reses

Sabtu, 22 Agu 2026 - 11:12 WIB