Pohon dan Papan Reklame Roboh di Terjang Angin Kencang di 8 Titik

Berita350 Dilihat

Bandung, Kompas1.id
Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Bandung pada Jumat siang. Akibatnya, sejumlah pohon dan satu unit reklame dilaporkan tumbang di sedikitnya delapan titik berbeda di wilayah kota.
Peristiwa ini terjadi secara merata mulai dari kawasan Pasteur hingga Cibaduyut. Meski menyebabkan kerusakan dan gangguan lalu lintas, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Jumat (3/4/2026)

Berdasarkan data yang dihimpun, pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi strategis, di antaranya Jalan Baladewa, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, serta di Jalan dr. Djundjunan tepat di depan persimpangan tol arah masuk Bandung. Selain itu, insiden serupa juga terjadi di persimpangan Pasirkaliki, sepanjang Jalan dr. Djundjunan menuju gerbang Tol Pasteur, hingga kawasan Jalan Neglasari, Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap.

banner 336x280

Tidak hanya itu, pohon tumbang juga dilaporkan di Jalan Perintis (Sarijadi, Sukasari), Jalan Cibaduyut, serta Jalan Kopo, tepatnya di dekat RS Santosa.
Sementara itu, sebuah reklame besar dilaporkan roboh di Jalan Purnawarman, tepat di depan Bandung Electronic Center (BEC). Reklame tersebut tumbang setelah tiang penyangganya patah diduga akibat tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
Pantauan di lokasi menunjukkan reklame yang roboh masih belum dapat dievakuasi karena tersangkut kabel listrik di sekitarnya. Warga setempat pun telah memasang tanda peringatan guna mencegah orang mendekat dan menghindari potensi bahaya lanjutan
.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia yang meningkatkan suplai uap air, serta adanya pola siklonik di Samudra Hindia yang memicu terbentuknya daerah konvergensi di atas Pulau Jawa.

“Sebagian wilayah Jawa Barat saat ini memasuki masa peralihan musim, sementara sebagian lainnya masih dalam periode musim hujan. Pada masa ini, potensi hujan lebat yang disertai angin kencang dalam skala lokal masih cukup tinggi,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Warga juga diminta mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan penanganan dan pembersihan di sejumlah titik terdampak guna memastikan kondisi kembali aman dan lalu lintas dapat berjalan normal.
Reporter Joepin

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *