“SULTAN TIDORE GERAM.! KONFLIK HALTENG MELEDAK, KAPOLDA MALUT DITANTANG TANGKAP PELAKU DAN JANGAN BIARKAN DAERAH TERBAKAR!”

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Maluku Utara — 3 April 2026 – Situasi memanas akibat konflik antara Desa Banemo dan Desa Sinenpope, Kecamatan Patani Barat, Halmahera Tengah, menuai reaksi keras dari Sultan Tidore, Husain Alting Sjah. Ia secara tegas memperingatkan seluruh masyarakat agar tidak terpancing provokasi yang dapat memperluas konflik.

Dalam pernyataannya, Sultan menekankan bahwa kondisi saat ini sangat rawan dan bisa membesar jika tidak segera dikendalikan. Ia meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyebarkan isu liar yang dapat memperkeruh keadaan.

“Jangan biarkan emosi menguasai. Kalau ini dibiarkan, dampaknya bisa meluas dan merugikan semua pihak,” tegas Husain Alting Sjah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya kepada masyarakat, Sultan juga melontarkan tekanan keras kepada aparat keamanan. Ia menuntut langkah cepat, tegas, dan tanpa kompromi dari TNI-Polri dalam meredam situasi.

Baca Juga:  Dony Ahmad Munir Dikabarkan Siap Tinggalkan PPP, Gerindra Jadi Pelabuhan Baru

Sorotan utama diarahkan kepada Waris Agono.
Sultan secara terbuka menantang aparat untuk tidak lamban dan segera menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

“Jangan ada pembiaran! Aparat harus hadir, harus tegas, dan harus bertindak sekarang juga. Pelaku harus ditangkap dan dihukum seberat-beratnya!”

Menurutnya, jika tidak ada tindakan nyata, konflik berpotensi membesar dan mengancam stabilitas wilayah Maluku Utara secara keseluruhan.

Di akhir pernyataan, Sultan kembali mengingatkan bahwa persatuan adalah harga mati.

“Damai itu indah, tapi tidak akan tercipta tanpa ketegasan. Mari jaga Bumi Moloku Kie Raha, jangan biarkan konflik menghancurkan kebersamaan yang sudah terbangun.”

Pernyataan keras ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat dan tokoh adat tidak akan tinggal diam jika konflik terus berlarut tanpa penanganan serius dari aparat.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debu Proyek Jalan dan Talud Ganggu Warga Ujung Bawang, Jamirin Berutu Minta Kontraktor Sediakan Mobil Penyiram
PELAKSANAAN CKG PUSKES KANDIS
Keluarga Besar H. Nana Rukmana Gelar Khitanan Massal Sambut Maulid Nabi dan HUT RI ke 81
Kolaborasi Dengan Gabungan Petani Sukorejo,DPD LSM PKP KENDAL akan suplai sayuran untuk SPPG Kendal
Warga Serahkan Senjata Api Rakitan, Wujud Nyata Kesadaran Hukum Masyarakat Bumi Agung
*Saksi Mitra SPPG Lebak Diperiksa Kejagung, HMI MPO Desak Usut Tuntas ‘Jual Beli Titik’ dan Pengadaan Dapur MBG*
SINERGI TANPA BATAS: FORKOPIMCAM, TIM MPA PT PMS, DAN WARGA BAHUT-MEMBAHU PADAMKAN KARHUTLA DI BUKIT LIANG
Semarak Malam Puncak Peringatan HUT RI ke 81 Tahun 2026, Piala Dibagikan di Desa Ulak Kerbau Baru
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:48 WIB

Debu Proyek Jalan dan Talud Ganggu Warga Ujung Bawang, Jamirin Berutu Minta Kontraktor Sediakan Mobil Penyiram

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:07 WIB

PELAKSANAAN CKG PUSKES KANDIS

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Keluarga Besar H. Nana Rukmana Gelar Khitanan Massal Sambut Maulid Nabi dan HUT RI ke 81

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Kolaborasi Dengan Gabungan Petani Sukorejo,DPD LSM PKP KENDAL akan suplai sayuran untuk SPPG Kendal

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:39 WIB

Warga Serahkan Senjata Api Rakitan, Wujud Nyata Kesadaran Hukum Masyarakat Bumi Agung

Berita Terbaru

Berita

PELAKSANAAN CKG PUSKES KANDIS

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:07 WIB