Jalan Negara Rasa Kuburan: Tanpa Pengaman, Nyawa Jadi Taruhan di Jurang Lae Kombih

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Subulussalam – Ruas Jalan Nasional Subulussalam–Sumatera Utara di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat bukan lagi sekadar jalan rusak atau rawan. Ini adalah jalur maut yang dibiarkan tanpa perlindungan, seolah keselamatan pengguna jalan bukan prioritas.

Di kawasan Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe hingga menuju Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, kondisi jalan benar-benar ekstrem: sempit, tikungan patah, tanjakan terjal, dan jurang dalam yang menganga tepat di sisi badan jalan. Lebih parah lagi, tidak ada pembatas pengaman di titik-titik paling berbahaya.

Artinya jelas: sekali lengah, kendaraan langsung terjun bebas ke Sungai Lae Kombih.
Ini bukan potensi bahaya. Ini bencana yang berulang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menegaskan, kecelakaan di jalur ini hampir selalu berujung fatal. Korban bukan hanya luka—tetapi hilang, terseret arus, dan tak jarang tak pernah ditemukan. Namun hingga hari ini, kondisi tersebut tetap dibiarkan tanpa tindakan nyata.

Tragedi terbaru kembali menampar keras. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova BK 1213 SP yang ditumpangi pasangan suami istri asal Desa Lae Ikan terjun ke jurang Sungai Lae Kombih. Hingga kini, korban belum ditemukan.
Fakta ini mempertegas satu hal: negara abai.

Baca Juga:  Penyaluran Dana Desa Jatisari Kuningan Rp.1,88 Miliar 2024-2025 Disorot, KPA Diminta Buka Data Fisik Jalan, Irigasi, dan Penyertaan Modal BUMDes.

Di sepanjang bibir jurang kawasan tersebut, nyaris tidak ada guardrail, tidak ada pengaman, tidak ada upaya pencegahan serius. Padahal, ini adalah jalan nasional yang seharusnya memenuhi standar keselamatan minimum.
Warga kini tidak lagi sekadar berharap—mereka menuntut.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) wilayah Aceh dan Sumatera Utara didesak segera turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu laporan di atas meja. Pemasangan roller barrier di tikungan tajam dan sepanjang jurang Sungai Lae Kombih dinilai sebagai langkah mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.

Sorotan tajam juga diarahkan ke pemerintah pusat. Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian PUPR diminta tidak menutup mata atas kondisi ini.

“Kalau ini terus dibiarkan, berarti negara membiarkan rakyatnya mati di jalan sendiri,” tegas warga dengan nada kecewa.

Jalan ini setiap hari dilalui masyarakat. Tapi tanpa pengaman, setiap perjalanan berubah menjadi pertaruhan hidup dan mati.
Pertanyaannya sederhana: harus berapa nyawa lagi yang melayang, baru negara benar-benar bergerak?.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OWNER AYO MEDIA BIDIK KURSI KETUA PWI JABAR, TEKANKAN WARTAWAN HARUS KUASAI JUGA DUNIA ENTREPRENEUR
INSIDEN DI KARANGSONG, POLISI DIDESAK USUT TUNTAS DUGAAN KELALAIAN DAN KEASLIAN BBM SOLAR INDUSTRI*
Cegah Karhutla Meluas, Polres Ogan Ilir Padukan Patroli Drone dengan Kesiapan Embung dan Sumber Air
Bandung Spirit Bedas Swimming Championship, Ajang Penjaringan Bibit Atlet Renang Berprestasi
MASYARAKAT KASEPUHAN CITOREK ANTUSIAS PANEN PADI, TRADISI SETAHUN SEKLI PERTANIAN TETAP TERJAGA
Jembatan Cipalebuh Tak Lagi Jadi Tempat Buang Sampah! Relawan Garut Selatan Pasang Ram, Lampu & CCTV
Polisi Berhasil Amankan Pelaku Curanmor, Lakukan Aksi Pencuriaan Saat Kunci Masih Menempel
Temuan 995 Senjata di Ruangan Eks Ketua Yayasan, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:41 WIB

OWNER AYO MEDIA BIDIK KURSI KETUA PWI JABAR, TEKANKAN WARTAWAN HARUS KUASAI JUGA DUNIA ENTREPRENEUR

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:32 WIB

INSIDEN DI KARANGSONG, POLISI DIDESAK USUT TUNTAS DUGAAN KELALAIAN DAN KEASLIAN BBM SOLAR INDUSTRI*

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Cegah Karhutla Meluas, Polres Ogan Ilir Padukan Patroli Drone dengan Kesiapan Embung dan Sumber Air

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:29 WIB

Bandung Spirit Bedas Swimming Championship, Ajang Penjaringan Bibit Atlet Renang Berprestasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Jembatan Cipalebuh Tak Lagi Jadi Tempat Buang Sampah! Relawan Garut Selatan Pasang Ram, Lampu & CCTV

Berita Terbaru