Majalengka//Kompas.Id –
Pengelolaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) Tahun 2024-2025 SMPN 2 Lemahsugih menjadi sorotan publik, rekapitulasi tahap pertama dan kedua, memunculkan sederet tanda tanya terkait transparansi dan pertanggungjawaban pengguna uang negara tersebut.
Kepala Sekolah SMPN 2 Lembahsugih yang di dampingi Guru Bidang olahraga/Kesiswaan di ruang kerjanya Kamis 26/2/2026 saat di konfirmasi awak media Kompas.Id terkait penyaluran Anggaran Operasional Sekolah BOS, Kepsek tampak seperti bingung tidak bisa mempresentasikan secara Detail, karena hal tersebut yang lebih paham bendahara, kebetulan beliau lagi sakit dan tidak masuk pak, imbuhnya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Lemahsugih, beri keterangan “Punya hak apa Media/Wartawan menanyakan Anggaran sekolah, kaya Dinas Pendidikan saja, padahal sudah semuanya beres apalagi Tahun 2024 dan 2025.
Padahal secara Tupoksi Kepsek Sebagai penanggungjawab penuh atas pengelolaan dana BOS, Namun anggaran yang dikucurkan tidak tampak sebanding dengan kondisi fisik maupun fasilitas sekolah pada saat ini, tampak beberapa genteng, atap pintu dan kaca sekolah serta lingkungannya semerawut /berserakan.
Hingga kini tidak terlihat hasil pemeliharaan dari anggaran yang telah dimasukan dan dilaporkan dalam Arkas, juga Laporan penggunaan Dana Bos, tidak direalisasikan ini mencerminkan adanya dugaan penggunaan anggaran tersebut tidak direalisasikan padahal anggarannya sangat fantastik yang mencapai ratusan juta rupiah.
Publik mulai mempertanyakan transparansi penyaluran Anggaran BOS SMPN 2 Lembahsugih Tahun Anggaran 2025, secara aturan itu diterima dalam dua Semester/ Tahap inilah perinciannya :
Tahap 1.Rp202.835.000 Tahap 2.Rp202.835.000
Jumlah Total Rp.405.670.000.
1.Pengembangan Perpustakaan.
Tahap 1.Rp.33.505.000
Tahap 2.Rp.9.935.000
2.Administrasi Kegiatan Sekolah.
Tahap 1.Rp.30.900.513
Tahap 2.Rp.54.324.734
3.Pemeliharaan sarana prasarana sekolah.
Tahap 1.Rp.5.171.300
Tahap 2.Rp.26.518.000
4.Pembayaran Honor
Tahap 1.Rp.93.370.000
Tahap 2.Rp.49.257.000.
Kejadian ini harus mendapat perhatian khusus dari Bupati Majalengka melalui Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang SMP, sejauh mana pembinaan dari mereka, padahal sekolah itu merupakan rumah kedua bagi mereka.
Lipsus Kompas.Id
Pewarta Y4.















