Laporan Telah Diterima. “SEMAINDO Desak DKPP RI, Segera Panggil Mohtar Alting, Tabrids, S. Thalib dan Randi Ridwan Atas Pelanggaran Etik

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas 1.id, Jakarta — Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Selasa (20/01/2026). Dalam aksi tersebut, SEMAINDO secara resmi memasukkan laporan pengaduan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu terhadap jajaran KPU Maluku Utara.

Laporan tersebut secara tegas menyeret nama Ketua KPU Provinsi Maluku Utara, Mohtar Alting, Ketua KPU Kabupaten Halmahera Selatan, Tabrid S. Thalib, serta Ketua KPU Kota Tidore Kepulauan, Randi Ridwan, untuk segera dipanggil dan disidang etik oleh DKPP RI.

Aksi dan pelaporan ini dilakukan sebagai respons atas temuan serius Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mengungkap pengelolaan anggaran Pemilu bermasalah senilai Rp9,8 miliar serta dana anggaran yang mengendap hingga Rp173,8 miliar, kondisi yang dinilai mengancam integritas penyelenggaraan Pemilu dan merusak kepercayaan publik terhadap demokrasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, menegaskan bahwa temuan BPK bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan indikasi kuat pelanggaran etik berat dan potensi penyalahgunaan kewenangan oleh penyelenggara Pemilu.

“Kami datang bukan membawa opini, tetapi membawa data resmi negara. Temuan BPK ini adalah alarm keras. DKPP tidak boleh ragu, Mohtar Alting, Tabrids S. Thalib, dan Randi Ridwan harus segera dipanggil dan disidang etik,” tegas Sahrir dalam orasinya.

Dalam pernyataan sikapnya, SEMAINDO membeberkan sejumlah temuan krusial BPK, di antaranya belanja tanpa bukti sah sebesar Rp1,137 miliar, pertanggungjawaban belanja yang tidak sesuai ketentuan senilai Rp8,759 miliar, serta pengadaan jasa Kantor Akuntan Publik KPU Provinsi Maluku Utara yang dinilai tidak sesuai aturan perundang-undangan.

Baca Juga:  *16.186 Pemudik Diberangkatkan Gratis ke Jateng, Ahmad Luthfi Lepas 325 Bus dari TMII*

Selain itu, SEMAINDO menyoroti ketimpangan ekstrem antara anggaran dan realisasi belanja. Sepanjang tahun 2023 hingga Semester I 2024, total anggaran yang tidak terserap mencapai Rp173,81 miliar, mencerminkan buruknya perencanaan, lemahnya pengendalian internal, dan absennya tanggung jawab etik penyelenggara Pemilu.

Ironisnya, belanja modal tahun 2024 tercatat nihil, padahal belanja modal merupakan instrumen strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan dan kualitas layanan Pemilu.

“Anggaran Pemilu dikelola tanpa visi, tanpa orientasi penguatan demokrasi. Ini adalah bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi,” lanjut Sahrir.

SEMAINDO menegaskan bahwa laporan pengaduan etik telah resmi diterima DKPP RI. Dalam laporan tersebut, SEMAINDO mendesak DKPP untuk:

Segera memanggil, memeriksa, dan mengadili Mohtar Alting, Tabrids S. Thalib, dan Randi Ridwan atas dugaan pelanggaran etik berat;

Menjatuhkan sanksi tegas, termasuk pemberhentian tetap, apabila terbukti lalai, menyalahgunakan kewenangan, atau terlibat langsung dalam pengelolaan anggaran bermasalah;

Merekomendasikan penyerahan temuan BPK kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan unsur pidana korupsi.

“Jika DKPP tidak bertindak tegas, maka publik berhak mempertanyakan keberanian dan independensi DKPP dalam menjaga marwah penyelenggara Pemilu,” tegas Sahrir Jamsin.

SEMAINDO menegaskan, aksi ini merupakan peringatan keras bahwa demokrasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya tahapan Pemilu, tetapi juga dari cara anggaran dikelola, diawasi, dan dipertanggungjawabkan secara etis dan hukum.

SEMAINDO menegaskan akan mengawal seluruh proses penanganan perkara ini di Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) hingga tuntas. SEMAINDO menuntut DKPP bertindak tegas, objektif, dan transparan dalam memeriksa serta mengadili dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu, demi menjaga marwah lembaga, integritas Pemilu, dan kepercayaan publik.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapal Virgo Hilang Kontak di Laut Jawa, 243 Orang di Dalam Kapal Jadi Fokus Operasi SAR
Prabowo Perkuat Perlindungan Ekonomi Rakyat, Dari Rekening Bank hingga Antisipasi El Nino
Presiden Prabowo Bahas Situasi Nasional dan Penanganan Karhutla
Gaji Rp3 Juta Tak Otomatis Masuk Desil 10, Gus Ipul: Kesejahteraan Tak Bisa Diukur dari Penghasilan Saja
1,49 Juta KPM Terseret Indikasi Judi Online, Bansos Terancam Dicabut
Bulan Kemerdekaan 2026 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Siapkan Rangkaian Agenda Nasional Sambut HUT ke-81 RI
PERADI RAYA Serahkan Naskah RUU Advokat ke Komisi III DPR RI, JMI Dukung Penguatan Profesi Advokat
Prabowo Lantik Kepala Badan Gizi Nasional dan Pimpinan URI, Perkuat Program Gizi serta Cetak SDM Unggul
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 12:06 WIB

Kapal Virgo Hilang Kontak di Laut Jawa, 243 Orang di Dalam Kapal Jadi Fokus Operasi SAR

Selasa, 8 September 2026 - 09:16 WIB

Prabowo Perkuat Perlindungan Ekonomi Rakyat, Dari Rekening Bank hingga Antisipasi El Nino

Rabu, 2 September 2026 - 10:16 WIB

Presiden Prabowo Bahas Situasi Nasional dan Penanganan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Gaji Rp3 Juta Tak Otomatis Masuk Desil 10, Gus Ipul: Kesejahteraan Tak Bisa Diukur dari Penghasilan Saja

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:51 WIB

1,49 Juta KPM Terseret Indikasi Judi Online, Bansos Terancam Dicabut

Berita Terbaru