Edukasi Sistem Pemanenan dan Pemanfaatan Air Hujan Diperkenalkan kepada Siswa SMAN 2 Sleman

- Penulis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman.DIY.Kompas1.id
SMA Negeri 2 Sleman menggelar kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Sekolah Air Hujan sebagai upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pemanfaatan air hujan secara berkelanjutan. Kegiatan ini didukung oleh OISCA (Organization for Industrial, Spiritual and Cultural Advancement), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada isu lingkungan hidup dan pendidikan.

Acara digelar pada tanggal 9 Januari 2026 diawali dengan sambutan dari Nur Partiningsih, perwakilan OISCA Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya, Nur menyampaikan bahwa pemasangan sistem pemanenan air hujan di SMAN 2 Sleman merupakan bentuk dukungan OISCA terhadap upaya sekolah dalam mengelola sumber daya air secara mandiri dan ramah lingkungan. Air hujan dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber air bersih jika dikelola dengan sistem yang tepat.

Kegiatan inti diisi oleh Sri Wahyuningsih selaku narasumber dari Sekolah Air Hujan dan Komunitas Banyu Bening. Sri menjelaskan konsep pemanenan air hujan mulai dari proses penampungan, penyaringan bertahap, hingga pemanfaatannya sebagai air minum dan air terapi. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum mencoba air hujan, para siswa terlebih dahulu diajak untuk mengecek kadar partikel atau zat terlarut dalam berbagai sampel air yang dibawa peserta, seperti air tanah, air kemasan, dan air hujan. Melalui pengujian tersebut, Sri menunjukkan bahwa air hujan yang ditampung dan difilter dengan baik memiliki kadar partikel yang rendah dan berada dalam batas aman untuk dikonsumsi.

Baca Juga:  Outing Class MI Ma'arif Bego Edukasi Air Hujan

Beberapa siswa pun memberanikan diri untuk mencoba mengonsumsi air hujan hasil olahan. Salah satu siswa mengungkapkan bahwa rasa air hujan terasa berbeda. “Rasanya beda, kayak lebih bersih dan seger di tenggorokan,” ujarnya. Pengalaman ini menjadi momen penting dalam mengubah pandangan siswa terhadap air hujan yang selama ini sering dianggap tidak layak konsumsi.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, Sri Wahyuningsih memberikan penjelasan sederhana. Ia mengajak siswa berpikir dari pengalaman sehari-hari. Menurutnya, saat seseorang kehujanan dan tanpa sengaja menelan air hujan, tidak pernah terjadi hal berbahaya. “Apakah kalian langsung pingsan atau sakit? Tidak. Aman, kan? Sesederhana itu,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, siswa SMAN 2 Sleman diharapkan semakin memahami bahwa air hujan bukan sekadar limpasan yang terbuang, melainkan sumber daya alam yang aman, bernilai, dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. OISCA bersama pihak sekolah berharap program Sekolah Air Hujan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini.
Sumber : Ainaya Nurfadila

@AndiSuka_2-2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Hujan Melimpah di Bulan Penuh Berkah, bersama “Pesantren Gerakan”
Sanggar Banyu Bening Konsisten Lestarikan Warisan Budaya
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA DORONG PEMANFAATAN AIR HUJAN DI PADUKUHAN SANGUREJO
Outing Class MI Ma’arif Bego Edukasi Air Hujan
Sanggar Banyu Bening terus tingkatkan diri dalam Uji Kompetensi dalam upaya Apresiasi Budaya dan Pembentukan Karakter generasi penerus bangsa.
Dialog Edukasi Air Hujan Dorong Praktik Desa dan Arah Kebijakan di Halmahera Timur
Praktik Baik Sekolah Air Hujan Banyu Bening perluas Konsep 5 M (Menampung, Mengolah, Meminum, Menabung, dan Mandiri) Dengan Teknologi ISLAH
Sekolah Air Hujan Banyu Bening perkuat Metode ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan) untuk kemandirian Air
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 08:51 WIB

Air Hujan Melimpah di Bulan Penuh Berkah, bersama “Pesantren Gerakan”

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:01 WIB

Sanggar Banyu Bening Konsisten Lestarikan Warisan Budaya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:40 WIB

MAHASISWA KKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA DORONG PEMANFAATAN AIR HUJAN DI PADUKUHAN SANGUREJO

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:01 WIB

Outing Class MI Ma’arif Bego Edukasi Air Hujan

Senin, 19 Januari 2026 - 23:48 WIB

Sanggar Banyu Bening terus tingkatkan diri dalam Uji Kompetensi dalam upaya Apresiasi Budaya dan Pembentukan Karakter generasi penerus bangsa.

Berita Terbaru