Sekolah Air Hujan Banyu Bening perkuat Metode ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan) untuk kemandirian Air

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman.DIY.kompas1.id
Air merupakan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan seluruh makhluk di bumi ini. Ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari harus terjaga dengan baik.

Kalurahan Balong Girisubo Gunung kidul punya cerita yang lain. Sebelum tahun 1982 masyarakat bergantung sumber air dan sumber kehidupan nya dari Tlogo Piji. Telaga ini seluas 8 Hektar, namun lambat laun tlogo mengering dengan sendirinya. Yang awalnya air melimpah, masyarakat kemudian kesulitan akses air bersihnya.

Mulailah masyarakat mengandalkan air hujan untuk sumber air bersihnya. Permasalahan yang mengiringi adalah ketika kemarau panjang air hujan yang di tampung tidak mencukupi, ungkap Sumarjo S.Pd.SD (Lurah Balong).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permasalahan ini yang memantik Komunitas Banyu Bening hadir untuk memperkenalkan tekhnologi ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan). Bagaimana air hujan ditampung dengan saat dan cara yang benar kemudian di simpan sesuai kebutuhan untuk cadangan di musim kemarau. Harapannya masyarakat tidak lagi membeli air saat kemarau. Sebagian besar masyarakat juga sudah mendapatkan akses air PDAM hanya kualitasnya kurang baik. Untuk menyiram tanaman saja harus di endapkan 1 minggu.

Sosialisasi ISLAH dan alat elektrolisa sebagai lanjutan proses air hujannya. Kegiatan ini berlangsung pada Hari Rabu, 19 November 2025 di Balai Pertemuan Kalurahan Balong yang melibatkan Perangkat Kalurahan, Dukuh, Tokoh Masyarakat, PKK, Kader Kesehatan dan Masyarakat Umum. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan kembali budaya Leluhur dulu di zaman ini, bahwa tampung lah air hujan di setiap warga Balong bagaimana di musim kemarau juga tetap terjaga ketersediaan air bersihnya untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Sanggar Banyu Bening Konsisten Lestarikan Warisan Budaya

Sosialisasi ini di sampaikan langsung oleh Sri Wahyuningsih yang di paparan awal menyampaikan pentingnya mengelola air hujan dengan sistem lumbung dan manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Dilanjut penjelasan secara tehnis oleh Halik Sandera di ISLAH nya dan Wahyu Sapto penjelasan di Elektrolisa nya semua di terangkan secara detail oleh Fasilitator dari Komunitas Banyu Bening yang sudah beraksi sejak tahun 2012 sampai sekarang.

Dan di hari sebelumnya selama 2 hari Tim ISLAH melakukan instalasi sebagai percontohan bahkan Revitalisasi tampungan yang ada agar bisa jadi contoh bagi masyarakat juga dan memantik Pemerintah untuk menindak lanjuti kegiatan yang sangat di harapkan oleh semua warga Balong.

Penerima Manfaat pemasangan ISLAH dan Revitalisasi ini support pendanaannya dari Yayasan KEHATI melalui dana hibah tetap.
Semoga langkah kecil ini bisa menginspirasi masyarakat secara luas, sehingga menjadi gerakan masyarakat dalam upaya ketersediaan air bersih dan bagian dari adaptasi perubahan iklim yang kian di rasakan dampak nya di seluruh Wilayah Indonesia.
Sumber ; SAH BB

@Andisuka2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Air Hujan Melimpah di Bulan Penuh Berkah, bersama “Pesantren Gerakan”
Sanggar Banyu Bening Konsisten Lestarikan Warisan Budaya
MAHASISWA KKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA DORONG PEMANFAATAN AIR HUJAN DI PADUKUHAN SANGUREJO
Outing Class MI Ma’arif Bego Edukasi Air Hujan
Sanggar Banyu Bening terus tingkatkan diri dalam Uji Kompetensi dalam upaya Apresiasi Budaya dan Pembentukan Karakter generasi penerus bangsa.
Dialog Edukasi Air Hujan Dorong Praktik Desa dan Arah Kebijakan di Halmahera Timur
Edukasi Sistem Pemanenan dan Pemanfaatan Air Hujan Diperkenalkan kepada Siswa SMAN 2 Sleman
Praktik Baik Sekolah Air Hujan Banyu Bening perluas Konsep 5 M (Menampung, Mengolah, Meminum, Menabung, dan Mandiri) Dengan Teknologi ISLAH
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 08:51 WIB

Air Hujan Melimpah di Bulan Penuh Berkah, bersama “Pesantren Gerakan”

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:01 WIB

Sanggar Banyu Bening Konsisten Lestarikan Warisan Budaya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:40 WIB

MAHASISWA KKN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA DORONG PEMANFAATAN AIR HUJAN DI PADUKUHAN SANGUREJO

Jumat, 6 Februari 2026 - 06:01 WIB

Outing Class MI Ma’arif Bego Edukasi Air Hujan

Senin, 19 Januari 2026 - 23:48 WIB

Sanggar Banyu Bening terus tingkatkan diri dalam Uji Kompetensi dalam upaya Apresiasi Budaya dan Pembentukan Karakter generasi penerus bangsa.

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB