Proyek Normalisasi Sungai Batang Merao Disorot, Jalan Aspal Rusak dan Tebing Longsor Akibat Aktivitas Alat Berat

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAI PENUH Kompas1.id
Proyek normalisasi Sungai Batang Merao yang berlokasi di Desa Simpang Tiga Rawang, Kota Sungai Penuh, menuai sorotan dan keluhan dari masyarakat.

Proyek yang berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI dan dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) tersebut dinilai kurang memperhatikan standar keselamatan kerja serta perlindungan fasilitas umum di sekitar lokasi pekerjaan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, aktivitas alat berat yang beroperasi di area proyek diduga menjadi penyebab utama rusaknya badan jalan aspal. Alat berat melintas dan parkir langsung di atas permukaan jalan tanpa menggunakan alas pelindung, sehingga beban kendaraan berat tersebut menyebabkan struktur aspal mengalami keretakan hingga kerusakan yang cukup parah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya merusak jalan, metode pengerjaan proyek juga disinyalir memicu terjadinya longsor pada tebing jalan di beberapa titik. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena berpotensi membahayakan pengguna jalan serta mengancam stabilitas tanah di sekitar pemukiman.

Kami sangat menyayangkan pola pengerjaan seperti ini. Alat berat lewat begitu saja di atas aspal tanpa pengaman, jalan rusak. Sekarang tebing jalan juga longsor, ini jelas membahayakan masyarakat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Diduga Tak Sesuai Kontrak, Opname Volume Normalisasi Sungai Barang Merao Paket III Jadi Sorotan

Dalam pelaksanaan proyek, PT WIKA menggandeng vendor lokal, yakni Johan dan Liong, untuk menjalankan pekerjaan di lapangan. Namun, warga menilai pengawasan terhadap penerapan standar operasional prosedur (SOP) masih lemah.

Pihak pelaksana dianggap lebih mengejar target penyelesaian pekerjaan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dan kerusakan fasilitas umum.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT WIKA maupun vendor terkait belum memberikan keterangan resmi terkait tanggung jawab atas kerusakan jalan aspal dan longsornya tebing di sekitar lokasi proyek.

Masyarakat berharap BWSS VI selaku pemilik proyek segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktor dan memastikan adanya perbaikan serta penanganan dampak yang ditimbulkan.

Warga juga mendesak agar kerusakan jalan dan tebing segera diperbaiki demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
(Tim) Deni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam
Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik
PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman
Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi
Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat
Jelang Idul Fitri 1447 H, Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Langka, Harga Melonjak Hingga Rp35 Ribu
Pemkab Kerinci Bersama PT KMH Lakukan Restocking Ikan Endemik di Danau Kerinci
Satreskrim Polres Kerinci Ungkap Kasus Penggelapan di Siulak, Seorang Mahasiswa Diamankan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:49 WIB

Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik

Senin, 23 Maret 2026 - 09:08 WIB

PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman

Minggu, 15 Maret 2026 - 03:20 WIB

Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:46 WIB

Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

Lelang Gagal, Proses Hukum Jangan Dipaksa Berhenti

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:07 WIB