Jelang Idul Fitri 1447 H, Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Langka, Harga Melonjak Hingga Rp35 Ribu

- Penulis

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
SUNGAI PENUH – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026, masyarakat Kota Sungai Penuh mulai mengeluhkan kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram (gas melon). Kondisi ini telah dirasakan warga dalam sekitar satu minggu terakhir. Selasa (10/03/2026).

Kelangkaan tersebut membuat masyarakat harus berkeliling mencari gas untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil. Bahkan jika tersedia di tingkat pengecer, harga yang ditawarkan jauh di atas harga normal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, harga gas elpiji 3 kg yang biasanya berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung kini melonjak hingga mencapai Rp35.000 per tabung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Susah didapat, Pak. Sudah mutar-mutar mencarinya. Kalaupun ada, harganya sampai Rp35.000 per tabung,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Gas elpiji 3 kg merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil seperti pedagang makanan. Karena itu, masyarakat berharap pendistribusian gas subsidi dapat diawasi dengan ketat agar benar-benar diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat yang berhak.

Baca Juga:  Warung Sarapan Pagi “BYELKANA” Sajikan Menu Rumahan Lezat, Buka dari Pagi hingga Tengah Malam

Situasi kelangkaan ini juga memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan oleh oknum tertentu yang sengaja membatasi pasokan di pasaran untuk menaikkan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan dan penertiban di lapangan. Jika ditemukan adanya pelanggaran dalam distribusi gas bersubsidi, pihak berwenang diharapkan dapat mengambil tindakan tegas, termasuk memanggil pihak terkait untuk dimintai klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Warga juga menilai praktik permainan harga gas bersubsidi menjelang hari besar keagamaan kerap terjadi dengan pola yang sama setiap tahunnya. Oleh karena itu, pengawasan distribusi gas elpiji subsidi dinilai perlu diperketat agar tidak merugikan masyarakat luas.

( Deni )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam
Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik
PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman
Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi
Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat
Pemkab Kerinci Bersama PT KMH Lakukan Restocking Ikan Endemik di Danau Kerinci
Satreskrim Polres Kerinci Ungkap Kasus Penggelapan di Siulak, Seorang Mahasiswa Diamankan
Baloik Ka Sakula, Basuo Kanti Lamo” Jadi Semangat Reuni Antar Angkatan SMEA/SMK N 1 Sungai Penuh
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:49 WIB

Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik

Senin, 23 Maret 2026 - 09:08 WIB

PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman

Minggu, 15 Maret 2026 - 03:20 WIB

Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:46 WIB

Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat

Berita Terbaru