Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAI PENUH Kompas1.id
Dugaan kasus kekerasan yang melibatkan seorang oknum Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh berinisial DTH terhadap seorang perempuan pemandu lagu kini kian menjadi sorotan publik.

Peristiwa yang diduga terjadi di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Sungai Penuh ini tidak hanya mencoreng citra aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga memicu polemik baru terkait etika pejabat publik dalam merespons pemberitaan media.
Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan bahwa oknum Kabid tersebut diduga terlibat dalam insiden kekerasan terhadap korban.

Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang disampaikan langsung kepada media yang pertama kali mengangkat kasus tersebut.
Di sisi lain, DTH justru dikabarkan memberikan klarifikasi melalui media lain dengan membantah tudingan yang beredar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menuai kritik dari kalangan insan pers dan aktivis, karena dinilai tidak menghormati proses konfirmasi awal yang telah dilakukan.

Sebelumnya, awak media telah berupaya meminta klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan. Namun, upaya tersebut tidak mendapatkan jawaban yang tegas.

DTH disebut hanya memberikan respons singkat dan cenderung menghindari pertanyaan dengan alasan tengah menghadiri kegiatan.
Aktivis sekaligus wartawan senior, Iwan Efendi, menilai sikap tersebut tidak mencerminkan itikad baik sebagai pejabat publik yang seharusnya terbuka terhadap media.

Baca Juga:  *Irwasda Polda Jambi Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan 2026*

Seharusnya yang bersangkutan memberikan hak jawab kepada media yang lebih dulu melakukan konfirmasi. Ini penting untuk menjaga keseimbangan informasi dan menghargai kerja jurnalistik,” ujarnya.

Menurutnya, dalam Kode Etik Jurnalistik, wartawan dituntut menyajikan berita yang akurat dan berimbang. Namun, prinsip keberimbangan itu sangat bergantung pada keterbukaan narasumber dalam memberikan keterangan.

Ia juga menegaskan bahwa hak jawab seharusnya diberikan kepada media yang pertama kali memuat atau mengonfirmasi informasi, bukan disampaikan secara selektif ke media tertentu.

Jika klarifikasi hanya diberikan ke media lain dan mengabaikan media awal, maka berpotensi menimbulkan persepsi tebang pilih dan mengganggu proses verifikasi informasi secara utuh,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk bersikap kooperatif, transparan, dan tidak menghindari pertanyaan media, terutama dalam isu yang menjadi perhatian publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi yang disampaikan langsung kepada media awal. Masyarakat pun berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan terbuka dan menyeluruh agar persoalan ini tidak terus berkembang menjadi spekulasi liar.

Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, khususnya pejabat publik, untuk menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, serta menghormati prinsip-prinsip kerja jurnalistik dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

(Ngoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik
PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman
Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi
Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat
Jelang Idul Fitri 1447 H, Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Langka, Harga Melonjak Hingga Rp35 Ribu
Pemkab Kerinci Bersama PT KMH Lakukan Restocking Ikan Endemik di Danau Kerinci
Satreskrim Polres Kerinci Ungkap Kasus Penggelapan di Siulak, Seorang Mahasiswa Diamankan
Baloik Ka Sakula, Basuo Kanti Lamo” Jadi Semangat Reuni Antar Angkatan SMEA/SMK N 1 Sungai Penuh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:49 WIB

Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik

Senin, 23 Maret 2026 - 09:08 WIB

PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman

Minggu, 15 Maret 2026 - 03:20 WIB

Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:46 WIB

Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

Lelang Gagal, Proses Hukum Jangan Dipaksa Berhenti

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:07 WIB

Berita

Hampir Sebulan Wafat’ Keluarga Korban Menanti Jawaban

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:54 WIB