Proyek Irigasi Muara Jaya Disorot, Beton Rapuh Diduga Tak Sesuai Spesifikasi Teknis

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai penuh Kompas1.id
Kondisi proyek saluran irigasi di Desa Muara Jaya, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Proyek yang belum lama selesai dikerjakan tersebut dinilai memiliki kualitas pekerjaan yang buruk dan memprihatinkan.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan beton pada dinding saluran irigasi tampak rapuh, keropos, dan berpori. Bahkan, material beton tersebut mudah hancur hanya dengan sentuhan tangan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap daya tahan bangunan, terutama saat saluran dialiri air dengan debit tinggi.

Proyek Daerah Irigasi (DI) tersebut disebut-sebut dikerjakan oleh pihak subkontraktor sebagai endorse di bawah PT Wijaya Karya (WIKA). Namun, hasil pelaksanaan pekerjaan diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis konstruksi sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga Desa Muara Jaya yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut melihat kondisi bangunan irigasi tersebut.

> “Kami mengira bangunan ini kuat karena menggunakan anggaran negara. Tapi kenyataannya, beton bisa hancur hanya dipegang. Kalau baru selesai saja sudah rusak, bagaimana nanti jika terus dialiri air?” ujarnya.

Kekecewaan juga disampaikan warga lainnya. Mereka menegaskan bahwa saluran irigasi merupakan infrastruktur vital bagi petani sebagai sumber utama pengairan sawah. Kondisi bangunan yang diduga bermutu rendah dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

“Ini irigasi untuk petani, bukan bangunan sementara. Kalau cepat rusak, kami yang dirugikan. Jangan sampai proyek ini hanya terlihat bagus di awal, tapi tidak bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang,” keluh seorang warga Muara Jaya lainnya.

Sorotan keras turut datang dari aktivis Kerinci, Ramli. Ia menilai kondisi tersebut sebagai indikasi kuat lemahnya kualitas pekerjaan sekaligus minimnya pengawasan dari pihak terkait.

Baca Juga:  Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik

“Kalau beton irigasi bisa hancur hanya dengan tangan, itu bukan sekadar kelalaian, tetapi menunjukkan mutu pekerjaan yang sangat rendah. Ini menggunakan uang negara, bukan dana pribadi. PT WIKA sebagai pelaksana utama harus bertanggung jawab, demikian pula BWSS VI Jambi sebagai pengawas,” tegas Ramli.

Selain kualitas bangunan, Ramli juga menyoroti tidak ditemukannya papan informasi proyek di lokasi pekerjaan. Menurutnya, ketiadaan papan proyek patut dicurigai karena menghilangkan akses publik untuk mengetahui nilai anggaran, masa pelaksanaan, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Tidak ada papan proyek, spesifikasi tidak diketahui, kualitas bangunan buruk. Ini patut diduga sebagai upaya mengaburkan informasi agar masyarakat tidak bisa melakukan pengawasan. Pengawasan BWSS VI Jambi terkesan tutup mata,” tambahnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, PT Wijaya Karya (WIKA) memang kerap menjadi sorotan publik di wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh terkait sejumlah proyek infrastruktur yang dinilai bermasalah, mulai dari normalisasi sungai hingga pembangunan saluran irigasi.

Masyarakat Desa Muara Jaya mendesak dilakukannya audit teknis secara menyeluruh terhadap proyek DI irigasi tersebut. Mereka meminta kualitas material diperiksa ulang, pekerjaan dievaluasi secara profesional, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban agar potensi kerugian negara dan masyarakat dapat dihindari.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Wijaya Karya maupun Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait buruknya hasil pekerjaan proyek DI irigasi di Desa Muara Jaya, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh.

( Deni )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam
Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik
PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman
Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi
Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat
Jelang Idul Fitri 1447 H, Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Langka, Harga Melonjak Hingga Rp35 Ribu
Pemkab Kerinci Bersama PT KMH Lakukan Restocking Ikan Endemik di Danau Kerinci
Satreskrim Polres Kerinci Ungkap Kasus Penggelapan di Siulak, Seorang Mahasiswa Diamankan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:49 WIB

Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik

Senin, 23 Maret 2026 - 09:08 WIB

PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman

Minggu, 15 Maret 2026 - 03:20 WIB

Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:46 WIB

Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

Lelang Gagal, Proses Hukum Jangan Dipaksa Berhenti

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:07 WIB