Warga Pertanyakan Pengelolaan Dana Desa Permai Baru 2024, Aktivis LSM Siap Laporkan ke APH

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI Kompas1.id –
Sejumlah warga Desa Permai Baru, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Jambi, terus mempertanyakan pengelolaan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024. Keresahan ini mencuat setelah muncul dugaan bahwa sebagian Surat Pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan desa tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Warga menilai sejumlah pos anggaran yang nilainya cukup besar tidak menunjukkan hasil fisik maupun kegiatan yang sepadan.

Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa total dana yang diduga bermasalah mencapai sekitar Rp784 juta. Beberapa kegiatan yang disorot warga karena nilai anggarannya cukup signifikan antara lain:
• Pembangunan, rehabilitasi, atau peningkatan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga, dengan nilai lebih dari Rp300 juta.
• Penyelenggaraan festival kesenian, dengan anggaran sekitar Rp49 juta.
• Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan, sebesar Rp120 juta.
• Pelatihan atau penyuluhan pemberdayaan perempuan, sekitar Rp30 juta.

Selain pos-pos anggaran tersebut, warga juga menyebut beberapa kegiatan lain yang dinilai tidak menunjukkan hasil yang sebanding dengan anggaran yang tercantum dalam laporan SPJ desa.

Di tengah keraguan yang berkembang, Ega Roy, seorang aktivis dari LSM Perisai Kobra, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan ini. Ia menegaskan bahwa lembaganya sedang mengumpulkan dokumen dan keterangan untuk kemudian melaporkan kasus tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH) apabila ditemukan indikasi kuat terjadinya pelanggaran.

“Kami melihat banyak kejanggalan dalam laporan penggunaan Dana Desa tahun 2024. Jika bukti-bukti yang kami kumpulkan menguatkan dugaan tersebut, kami tidak akan ragu membawa masalah ini ke APH demi transparansi dan kepentingan masyarakat,” ujar Ega Roy.

Warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan resmi dan terbuka terkait penggunaan anggaran tersebut. Menurut mereka, transparansi adalah hal penting mengingat Dana Desa merupakan uang publik yang harus dikelola secara akuntabel.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Permai Baru, Padli, belum memberikan keterangan terkait dugaan tersebut.

( Dp )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam
Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik
PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman
Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi
Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat
Jelang Idul Fitri 1447 H, Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Langka, Harga Melonjak Hingga Rp35 Ribu
Pemkab Kerinci Bersama PT KMH Lakukan Restocking Ikan Endemik di Danau Kerinci
Satreskrim Polres Kerinci Ungkap Kasus Penggelapan di Siulak, Seorang Mahasiswa Diamankan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Kekerasan Oknum Kabid Memanas, Klarifikasi Sepihak Tuai Sorotan Tajam

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:49 WIB

Diduga Aniaya Wanita di Tempat Karaoke, Oknum Pejabat Pemkot Sungai Penuh Disorot Publik

Senin, 23 Maret 2026 - 09:08 WIB

PHLASA COFFEE Akan Dibuka di Sungai Penuh, Sajikan Kuliner Tradisional dengan Suasana Nyaman

Minggu, 15 Maret 2026 - 03:20 WIB

Bejat Pemuda di Kerinci Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Kini Diamankan Polisi

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:46 WIB

Polres Kerinci Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak Bersama Polri untuk Bantu Masyarakat

Berita Terbaru

Berita

Lelang Gagal, Proses Hukum Jangan Dipaksa Berhenti

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:07 WIB