ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banda Aceh kompas1.id
Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas PUPR menganggarkan sekitar Rp1,6 miliar untuk pembangunan asrama pegawai Kejaksaan Negeri Aceh Singkil pada Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data SiRUP yang diberitakan Kanal Aceh, paket pembangunan tersebut memiliki pagu Rp1,5 miliar, ditambah anggaran perencanaan teknis sekitar Rp51 juta dan pengawasan sekitar Rp34 juta. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Aceh Singkil Tahun Anggaran 2026.
Menanggapi hal tersebut, Harisky Amanda, aktivis mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh sekaligus Ketua Umum Barisan Mahasiswa Aceh Singkil (BMAS) Banda Aceh, angkat bicara dan mempertanyakan skala prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.
Harisky Amanda menilai pemerintah daerah seharusnya juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi asrama mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh yang saat ini masih mengalami berbagai kerusakan.
Berdasarkan pemberitaan yang sama, asrama mahasiswa Aceh Singkil di Blower Banda Aceh dihuni sekitar 20 mahasiswa dan mengalami sejumlah persoalan, di antaranya atap bocor, fasilitas kamar mandi yang tidak berfungsi, sebagian kamar yang belum selesai, serta tembok yang mengalami keretakan. Pemberitaan tersebut juga menyebut belum terdapat anggaran perbaikan asrama mahasiswa tersebut pada tahun ini.
Dalam kondisi seperti ini, kami mempertanyakan skala prioritas Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.
Bukan berarti kami mempersoalkan pembangunan fasilitas untuk pegawai Kejari.
Setiap pembangunan tentu memiliki dasar dan kebutuhannya masing-masing. Namun, pemerintah daerah juga harus melihat kebutuhan mahasiswa Aceh Singkil yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh.
Ketika asrama mahasiswa mengalami kebocoran, sejumlah kamar belum dapat digunakan, fasilitas kamar mandi bermasalah dan kondisi bangunan mengalami kerusakan, sementara pembangunan asrama pegawai Kejari mendapatkan anggaran sekitar Rp1,6 miliar, tentu publik berhak mempertanyakan bagaimana pemerintah menentukan skala prioritas anggarannya.
Mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh bukan sekadar penghuni sebuah bangunan. Kami adalah bagian dari generasi muda Aceh Singkil yang sedang menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi bagi daerah.
Harisky Amanda meminta Bupati Aceh Singkil untuk tidak membiarkan persoalan asrama mahasiswa ini berlarut-larut.
Jika bangunan yang ada masih memungkinkan untuk diperbaiki, pemerintah harus segera melakukan rehabilitasi secara menyeluruh. Namun, jika berdasarkan kajian teknis bangunan tersebut sudah tidak layak dipertahankan, maka pemerintah harus mempertimbangkan pembangunan asrama mahasiswa baru yang lebih layak, aman, nyaman, dan representatif.
Kami juga meminta pemerintah daerah memberikan kepastian, bukan hanya janji.
Sebelumnya, berdasarkan pemberitaan, Bupati Aceh Singkil disebut telah datang memantau kondisi asrama mahasiswa tersebut. Namun sampai saat ini mahasiswa masih menunggu kepastian mengenai kapan perbaikan akan dilakukan.
Karena itu, Harisky Amanda meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera:
Melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh terhadap kondisi asrama mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh.
Mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki kerusakan asrama.
Memperbaiki atap, kamar mandi, kamar mahasiswa, tembok, serta fasilitas dasar lainnya.
Menyelesaikan bagian bangunan yang masih terbengkalai.
Jika bangunan lama tidak lagi layak dipertahankan, merencanakan pembangunan asrama mahasiswa baru yang lebih representatif.
Membuka informasi mengenai perencanaan dan penganggaran pembangunan fasilitas asrama secara transparan.
Memberikan kepastian kepada mahasiswa mengenai langkah konkret pemerintah terhadap kondisi asrama tersebut.
Kami tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya meminta agar mahasiswa Aceh Singkil juga mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah daerah.
Pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga mengenai pembangunan sumber daya manusia.
Mahasiswa Aceh Singkil yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia daerah yang harus diperhatikan.
Jangan sampai mahasiswa yang sedang berjuang mendapatkan pendidikan harus tinggal dalam kondisi bangunan yang memprihatinkan, sementara pembangunan fasilitas untuk pihak lain dapat memperoleh anggaran yang besar.
Harisky Amanda menegaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil harus menunjukkan keberpihakan melalui tindakan nyata. Jika pemerintah mampu mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 miliar untuk pembangunan asrama pegawai Kejari, maka persoalan asrama mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh juga harus mendapatkan perhatian dan solusi yang jelas.
Reporter Sabri









