DARI LANDAU BADAI HINGGA SILAT HULU: KEPEDULIAN YANG MENJADI JALAN PULANG”

- Penulis

Jumat, 18 September 2026 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SILAT HULU, KAPUAS HULU —
Ketika sakit datang, waktu tak pernah menunggu. Setiap menit yang berlalu adalah doa, harapan, dan kecemasan yang menyatu.

Di Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, sebuah perjalanan bermula. Seorang warga jatuh sakit dan membutuhkan pertolongan segera. Di tengah kepanikan keluarga, muncul satu sosok yang tak ragu melangkah.

Ia adalah Udir, putra asli Desa Landau Badai. Tanpa diminta, tanpa pamrih, ia menyiapkan kendaraannya sendiri. Membawa pasien, mendampingi keluarga, menembus perjalanan menuju Puskesmas Silat Hulu — hanya karena ia tahu, ada sesama yang sedang membutuhkan uluran tangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bukan karena saya harus. Tapi karena saya bisa.”

Sederhana. Namun di kesederhanaan itulah kepedulian bersinar. Udir membuktikan: menjadi putra daerah bukan soal nama atau jabatan. Melainkan hadir saat tetangga jatuh, dan mengulurkan tangan saat orang lain ragu.

PUSKESMAS SILAT HULU: SAAT PELAYANAN MENJADI PENGOBATAN

Perjalanan panjang pun berakhir. Pasien tiba di Puskesmas Silat Hulu. Dan di sinilah ketenangan mulai tumbuh.

Bukan hanya karena pertolongan medis tersedia. Melainkan karena disambut dengan senyum, sapaan ramah, dan sikap yang memanusiakan. Petugas tidak sekadar mengurus prosedur — mereka hadir. Mendengarkan. Menjelaskan. Menenangkan.

Bagi keluarga yang cemas, pelayanan seperti ini adalah obat itu sendiri.

Kami melihat langsung: pasien tidak sekadar ditangani, tetapi diperhatikan. Keluarga tidak sekadar diberi tahu, tetapi dipahami. Inilah wajah pelayanan kesehatan yang sesungguhnya — cepat, tepat, dan hangat.

Baca Juga:  REPRESI KRIMINAL: Aksi Begal Motor Sasar Pelajar Terjadi di Gang Sukatenang, Pamoyanan

DUA KEKUATAN SATU TUJUAN

Cerita ini bukan tentang satu orang saja. Ini pertemuan dua kekuatan:

– Kepedulian warga, yang tak menunggu perintah untuk berbagi tenaga dan kendaraan — seperti yang dilakukan Udir.
– Pelayanan tenaga kesehatan, yang menjadikan keramahan dan ketulusan sebagai bagian dari pengobatan.

Keduanya saling melengkapi. Tanpa gotong royong warga, pertolongan terlambat. Tanpa pelayanan yang baik, perjalanan itu tak bermakna.

PESAN UNTUK KITA SEMUA

Dari perjalanan ini, ada pelajaran berharga:

– Jangan menunda mencari pertolongan jika ada yang sakit. Semakin cepat, semakin baik.
– Jika Anda mampu, bantu. Tak perlu menunggu kaya atau menjadi pejabat. Waktu, kendaraan, dan ketulusan Anda sudah cukup berharga.
– Bagi yang melayani: ingatlah, di balik setiap pasien ada keluarga yang berdoa. Keramahan Anda adalah ketenangan mereka.

PENUTUP

Udir tidak mencari pujian. Ia hanya berbuat apa yang seharusnya dilakukan sesama.
Puskesmas Silat Hulu tidak mencari tepuk tangan. Mereka hanya melayani sebagaimana manusia seharusnya diperlakukan.

Namun kisah ini pantas diceritakan. Agar kita ingat:
Kemanusiaan belum pudar.
Gotong royong masih hidup.
Dan pelayanan yang tulus selalu dihargai.

Dari Landau Badai dengan kepedulian.
Menuju Silat Hulu dengan harapan.
Dan di antara keduanya — ada kita, menjaga satu sama lain.

Karena saat kita saling memikul beban, perjalanan menjadi lebih ringan.

Didy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, PONPES NAJMUL FALLAH HADIRKAN DAI KONDANG KANG DAFA
Kuasa Hukum Aplus Pacific Buka Suara : Persoalan Harus Diselesaikan dengan Data, Bukan Framing
Bukan Hanya Soal Angka, Ini Komitmen SMPN 2 Baleendah Jaga Mutu Pendidikan dan Kepercayaan Masyarakat.
*JUMAT CURHAT DI PONPES DARUL MA’ARIF, KAPOLRES CIMAHI TAMPUNG ASPIRASI WARGA MARGAASIH*
Menyemaikan Kebaikan Lewat Sepiring Kehangatan di Hari Jumat
*Pelampung Iman di Masalembo: Menenun Cinta yang Tak Karam hingga Surga* Oleh : Idat Mustari**
*PMI KOTA BANDUNG PERINGATI HUT KE-81, GAUNGKAN SEMANGAT PEDULI, BERGERAK, DAN BERSAMA*
VIRAL “SURAT CINTA” AGAM UNTUK MENKEU: NAIK TANGGUNGAN NASIB SETELAH PERGANTIAN MENTERI
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:21 WIB

PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW, PONPES NAJMUL FALLAH HADIRKAN DAI KONDANG KANG DAFA

Jumat, 18 September 2026 - 08:45 WIB

Kuasa Hukum Aplus Pacific Buka Suara : Persoalan Harus Diselesaikan dengan Data, Bukan Framing

Jumat, 18 September 2026 - 08:30 WIB

Bukan Hanya Soal Angka, Ini Komitmen SMPN 2 Baleendah Jaga Mutu Pendidikan dan Kepercayaan Masyarakat.

Jumat, 18 September 2026 - 06:53 WIB

*JUMAT CURHAT DI PONPES DARUL MA’ARIF, KAPOLRES CIMAHI TAMPUNG ASPIRASI WARGA MARGAASIH*

Jumat, 18 September 2026 - 06:20 WIB

Menyemaikan Kebaikan Lewat Sepiring Kehangatan di Hari Jumat

Berita Terbaru

Uncategorized

Menyemaikan Kebaikan Lewat Sepiring Kehangatan di Hari Jumat

Jumat, 18 Sep 2026 - 06:20 WIB