KOMPAS1.ID
.ID
Sabtu, 5 September 2026 — Kondisi alam di Kabupaten Lebak, Banten, belakangan menjadi perhatian masyarakat. Sulitnya hujan turun dan kondisi sejumlah kawasan pegunungan yang dinilai semakin terbuka akibat berkurangnya pepohonan membuat warga khawatir terhadap keberlangsungan lingkungan hidup di wilayah tersebut.
Masyarakat menduga kondisi tersebut tidak terlepas dari kerusakan hutan dan berkurangnya tutupan pohon di sejumlah kawasan. Penebangan pohon yang diduga dilakukan secara sembarangan dinilai dapat mengancam keseimbangan ekosistem apabila tidak segera diawasi dan dikendalikan.
Warga membandingkan kondisi alam saat ini dengan beberapa tahun sebelumnya. Dahulu, kawasan pegunungan dan perbukitan di Lebak masih terlihat hijau dengan pepohonan yang cukup lebat. Sumber-sumber air juga relatif lebih mudah ditemukan dan masyarakat masih merasakan kondisi lingkungan yang lebih sejuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun kini, menurut keluhan warga, perubahan mulai terasa. Sejumlah kawasan terlihat semakin terbuka dan pepohonan semakin berkurang. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa apabila kerusakan lingkungan terus berlangsung, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani dan warga yang bergantung pada sumber air alami.
WARGA MINTA PEMERINTAH TIDAK TUTUP MATA
Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Lebak bersama instansi terkait untuk tidak menutup mata terhadap persoalan kerusakan lingkungan. Pengawasan terhadap kawasan hutan dan pegunungan dinilai harus diperkuat, terutama terhadap aktivitas penebangan pohon dan pembukaan lahan yang berpotensi merusak kawasan resapan air.
“Jangan sampai pohon terus ditebang, gunung semakin gundul, kemudian ketika terjadi kekeringan masyarakat yang menjadi korban. Pemerintah harus turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ungkap salah seorang warga.
Warga juga meminta agar pemerintah melakukan pendataan terhadap kawasan yang mulai mengalami kerusakan serta segera melakukan penghijauan kembali.
Penanaman pohon dinilai penting untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai daerah resapan air dan menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, apabila ditemukan adanya aktivitas penebangan yang tidak memiliki izin atau melanggar aturan, masyarakat meminta aparat berwenang melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sesuai ketentuan hukum.
JANGAN MENUNGGU TERJADI BENCANA
Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan. Kerusakan tutupan hutan dapat meningkatkan berbagai risiko lingkungan, seperti erosi, longsor, berkurangnya cadangan air tanah, serta meningkatnya dampak kekeringan pada musim kemarau.
Karena itu, pemerintah diminta melakukan langkah pencegahan sebelum persoalan lingkungan semakin parah. Masyarakat tidak ingin pemerintah baru bergerak setelah terjadi bencana atau ketika sumber air sudah semakin sulit didapatkan.
Meski demikian, dugaan bahwa kondisi hutan secara langsung menjadi penyebab sulitnya hujan tetap perlu dibuktikan melalui kajian dan data ilmiah. Kondisi hujan dipengaruhi oleh banyak faktor cuaca dan iklim. Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan berdasarkan data sekaligus melakukan pemeriksaan nyata terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Lebak.
MASYARAKAT AJAK JAGA HUTAN,
Di tengah kekhawatiran tersebut,
masyarakat juga mengajak seluruh elemen untuk ikut menjaga lingkungan. Pemerintah, aparat, pelaku usaha, tokoh masyarakat dan warga dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian hutan.
Hutan bukan hanya sekadar kumpulan pepohonan. Kawasan hutan memiliki peranan penting dalam menjaga tata air, kesuburan tanah, keanekaragaman hayati dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Warga berharap Kabupaten Lebak tidak kehilangan kawasan hijaunya akibat aktivitas yang tidak terkendali. Pemerintah diminta memperkuat pengawasan, melakukan rehabilitasi terhadap kawasan yang rusak, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
“Kalau hutan habis, yang rugi bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh masyarakat. Anak cucu kita juga yang akan merasakan akibatnya. Karena itu, hutan harus dijaga mulai sekarang,” tegas warga.
Masyarakat Kabupaten Lebak berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah dan instansi terkait. Mereka meminta adanya langkah konkret di lapangan, bukan sekadar imbauan, sehingga kelestarian alam dan sumber air di Kabupaten Lebak tetap terjaga untuk generasi yang akan datang.
( ARS , Korwil .)










