Kompas1.id
JAKARTA, 21 Agustus 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan besaran penghasilan bukan satu-satunya penentu posisi seseorang dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pernyataan ini merespons keresahan publik yang menganggap warga bergaji Rp3 juta per bulan otomatis masuk kategori desil 10 — kelompok paling sejahtera.
Gus Ipul menjelaskan, penetapan peringkat kesejahteraan atau desil merupakan wewenang penuh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan memperhitungkan beragam variabel yang sangat kompleks. Oleh karena itu, angka gaji bulanan tak bisa berdiri sendiri untuk menentukan status ekonomi seseorang.
“Jadi kita tidak melihat penghasilan saja. Itu yang bisa menjelaskan lebih detail adalah BPS, karena BPS yang mengukur dan itemnya itu banyak,” ujar Gus Ipul di Gedung Kemensos, Selasa (18/8/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Puluhan Indikator, Bukan Sekadar Uang Masuk
BPS menggunakan puluhan indikator terukur dalam memutakhirkan data tingkat kesejahteraan masyarakat. Seluruh variabel tersebut diolah secara terpadu untuk menentukan pemeringkatan posisi keluarga maupun individu, yang dibagi ke dalam 10 kelompok desil:
Desil 1 → kelompok termiskin/paling rendah kesejahteraannya
Desil 10 → kelompok paling sejahtera/tertinggi
Dengan demikian, status ekonomi seseorang tidak ditentukan semata-mata dari nominal gaji, melainkan mencakup kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, akses layanan dasar, pengeluaran, serta berbagai indikator sosial-ekonomi lainnya. Penjelasan ini diharapkan dapat meluruskan kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait pengelompokan penerima bantuan sosial.
Aris p










