KOMPAS1.ID
JAKARTA, 11 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pesan mendasar kepada seluruh jajaran aparatur negara, termasuk anggota TNI, Polri, dan Kejaksaan. Beliau mengingatkan bahwa institusi tersebut adalah pelayan rakyat yang diberi amanah menjaga keamanan, menegakkan hukum, serta mengabdi untuk kepentingan bangsa—bukan untuk kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok tertentu.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden menekankan perlunya introspeksi diri bagi setiap aparat. Kekuasaan bukanlah keistimewaan yang boleh digunakan sesuka hati, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas tinggi, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab yang nyata kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengingat Tegas: “Kalian Milik Rakyat”
Kalimat “Kalian milik rakyat” disampaikan sebagai landasan utama: setiap tindakan aparat senantiasa dinilai oleh publik dan harus berorientasi pada kepentingan umum. Pesan ini sekaligus mengajak seluruh lembaga negara untuk terus berbenah diri, meningkatkan profesionalisme, menjaga kepercayaan rakyat, serta menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset paling berharga. Itu hanya bisa dipertahankan jika kita bekerja jujur, transparan, dan berintegritas,” ujar Presiden.
Peran Aktif Masyarakat
Di sisi lain, Presiden juga mengapresiasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya pemerintahan melalui jalur hukum dan aturan yang berlaku. Kritik yang membangun serta masukan objektif merupakan bagian tak terpisahkan dari demokrasi yang sehat, guna mendorong lembaga negara bekerja lebih baik.
Harapan terbesarnya, seluruh elemen aparat negara semakin profesional, berpihak pada keadilan, serta mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Arus aristio














