KOMPAS1.ID
KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan melalui pengukuhan Kelompok Kerja Budaya Aman dan Nyaman Sekolah (Pokja BANS). Kegiatan berlangsung di Hotel Cinlong Parkside Mandarin pada Selasa (7/7/2026). Pokja ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk mencegah sekaligus menangani berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Kota Pekalongan tercatat sebagai kabupaten/kota pertama di Jawa Tengah yang membentuk lembaga kerja ini. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, menegaskan bahwa menjadi yang pertama bukanlah tujuan utama, melainkan bukti keseriusan pemerintah daerah membangun ekosistem pendidikan yang melindungi seluruh peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Yang terpenting bukan menjadi yang pertama, tetapi bagaimana Pokja ini benar-benar mampu mengawal penyelesaian berbagai persoalan di sekolah, terutama perundungan dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak,” ujarnya.
Cakupan Penanganan Berbagai Masalah
Menurut Wali Kota Aaf, tantangan yang dihadapi dunia pendidikan kini semakin kompleks. Selain kasus perundungan atau bullying, sekolah juga harus menghadapi risiko lain seperti:
–
Penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif
– Tawuran antarpelajar
– Balap liar
– Berbagai masalah sosial lain yang melibatkan anak didik
Oleh karena itu, dibutuhkan gerakan bersama melalui langkah pencegahan dini, pendampingan berkelanjutan, hingga penanganan kasus secara terpadu dan terkoordinasi.
Keanggotaan dan Peran Pokja BANS
Pokja BANS melibatkan beragam unsur pemangku kepentingan, antara lain: pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), akademisi, serta lembaga terkait lainnya.
Sinergi ini diharapkan dapat memperlancar mekanisme penerimaan aduan, melakukan pendampingan kepada pihak yang terlibat, serta menyelesaikan setiap permasalahan secara cepat, tepat, dan menyeluruh.
“Saya berharap seluruh anggota Pokja menjalankan amanah ini dengan penuh komitmen. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang,” tegasnya.
Penyerahan Bantuan Pendidikan
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan juga menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis kepada siswa yatim, piatu, yatim piatu, serta anak dari keluarga kurang mampu. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan berupa paket seragam sekolah sebanyak 500 paket dengan tujuan meringankan beban ekonomi keluarga menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Mulyoko














