Kompas1.id
Pekalongan – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah gratis bagi ratusan siswa yang membutuhkan. Sebanyak 500 paket bantuan disiapkan untuk anak yatim, piatu, yatim piatu, serta anak yang berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.
Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Selasa (7/7/2026) di sela kegiatan Pengukuhan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BASN) serta Seminar Pendidikan yang berlangsung di Hotel Parkside Mandarin Kota Pekalongan. Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, didampingi Kepala BBPMP Jawa Tengah Nugraheni Triastuti, Sekretaris Daerah Nur Priyantomo, dan Kepala Dinas Pendidikan Mabruri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
🎯 Program Prioritas Pemerintah Daerah
Wali Kota Aaf menegaskan bahwa bantuan ini menjadi salah satu program prioritas daerah untuk mendukung akses pendidikan yang merata dan terjangkau. Menurutnya, pemberian seragam sekolah bertujuan utama meringankan beban pengeluaran keluarga penerima manfaat sekaligus menjamin kebutuhan dasar siswa saat bersekolah.
“Bantuan seragam sekolah gratis ini memang kami jadikan prioritas bagi anak kurang mampu, yatim, maupun yatim piatu. Hari ini penyerahannya dilakukan secara simbolis kepada perwakilan, namun total paket yang disalurkan mencapai 500 buah,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya bermanfaat secara materi, tetapi juga dapat meningkatkan rasa percaya diri serta semangat belajar anak-anak dalam meraih masa depan. “Semoga mereka senang dan semakin terpacu untuk bersekolah dengan giat,” tambah Wali Kota Aaf.
✅ Sasaran dan Mekanisme Penyaluran
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa bantuan diperuntukkan bagi siswa jenjang SD dan SMP sederajat. Penentuan penerima didasarkan pada data resmi dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kategori desil 1, 2, dan 3, yang sudah melalui proses verifikasi agar bantuan tepat sasaran.
“Kami pastikan bantuan ini diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan, sehingga tidak ada anak yang terhalang bersekolah karena kendala biaya perlengkapan. Ini adalah bagian dari komitmen kami mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” jelas Mabruri.
Ia menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga.
Mukyoko
Sumber: Tim Liputan Kominfo Kota Pekalongan / Dian














