Diskualifikasi 80–100 Calon Siswa SMPN di SPMB Kota Bandung: Manipulasi KK dan Piagam Palsu Paling Banyak Terjadi

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID

BANDUNG, 10 Juli 2026 – Pemerintah Kota Bandung mendiskualifikasi sekitar 80 hingga 100 calon siswa SMP Negeri dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah ini diambil setelah ditemukan bukti nyata adanya kecurangan pada berkas administrasi yang diajukan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa jenis pelanggaran yang paling dominan adalah pemalsuan atau manipulasi data Kartu Keluarga untuk memanfaatkan jalur zonasi, serta penggunaan piagam penghargaan atau sertifikat prestasi yang tidak asli pada jalur prestasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat menyayangkan tindakan ini. Harapannya orang tua ingin memudahkan jalan anak, namun justru cara yang salah ini yang berujung merugikan masa depan anak itu sendiri,” ujar Farhan, Jumat (10/7).

Kuota Langsung Diisi Daftar Antrean

Baca Juga:  Kejari Kota Bandung Gugurkan Status Tersangka Wakil Wali Kota Bandung Erwin dan Anggota DPRD Rendiana Awangga

Kursi yang kosong akibat diskualifikasi tersebut tidak dibiarkan melainkan langsung diserahkan kepada calon siswa yang berada di urutan daftar tunggu sesuai ketentuan peraturan. Dengan demikian, seluruh daya tampung di SMP Negeri Kota Bandung tetap terisi penuh. Proses pengisian ulang ini ditargetkan tuntas pada akhir Juli 2026.

Jaminan Akses Pendidikan dan Pemerataan Sekolah

Pemkot Bandung memastikan para calon siswa yang didiskualifikasi tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan, mengingat daya tampung di sekolah swasta dinilai masih cukup luas untuk menampung mereka.

Ke depannya, pemerintah juga berkomitmen terus menambah jumlah SMP Negeri di wilayah yang belum memiliki fasilitas tersebut, guna mewujudkan akses pendidikan yang lebih adil dan merata bagi seluruh warga Kota Bandung.

***red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pecah! Gebyar Muharam 1448 H Ponpes Hudan Garut: Khitanan Massal, Bazar Gratis hingga Pawai Meriah
Pimpinan dan Seluruh Jajaran Redaksi Kompas1.id Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya Dai Kondang KH Asep Muba
Dwie Labiba Munira Raih Juara 1 pada Ajang Grand Final Duta FISIP UNJANI
​Mengutuk Keras Pengrusakan Rumah Ibadah di Benggal: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu
Bentengi Remaja dari Narkoba, GANNA Susun Strategi “Goes to School” di Baleendah
*MARGAASIH TAK KENAL LELAH, POLISI PATROLI SISIR JALANAN HINGGA TENGAH MALAM CEGAH C3*
Sambut MPLS, GANNA Matangkan Rencana “Roadshow Goes to School” di Baleendah
Cek Langsung Proyek, Dedi Mulyadi Soroti Takaran Semen Hingga Hak BPJS Pekerja
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 04:32 WIB

Pecah! Gebyar Muharam 1448 H Ponpes Hudan Garut: Khitanan Massal, Bazar Gratis hingga Pawai Meriah

Minggu, 12 Juli 2026 - 04:00 WIB

Pimpinan dan Seluruh Jajaran Redaksi Kompas1.id Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya Dai Kondang KH Asep Muba

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:14 WIB

Dwie Labiba Munira Raih Juara 1 pada Ajang Grand Final Duta FISIP UNJANI

Minggu, 12 Juli 2026 - 02:33 WIB

​Mengutuk Keras Pengrusakan Rumah Ibadah di Benggal: Hukum Harus Tegak Tanpa Pandang Bulu

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:08 WIB

Bentengi Remaja dari Narkoba, GANNA Susun Strategi “Goes to School” di Baleendah

Berita Terbaru