‎Masyarakat Petani Kebun Sawit Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk Bersubsidi

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id

Ditengah himpitan ekonomi banyak masyarakat kelas menengah kebawah harus berjuang hanya untuk bertahan hidup. Salah satunya usaha perkebunan sawit yang mengeluh mahalnya harga pupuk bersubsidi yang semakin meroket harganya. Seorang petani sawit di Desa Suro Makmur yang tidak mau jati dirinya di masukan ke poto media, mengeluhkan sulitnya perekonomian pada saat ini, sehingga adapun kebun sawit yang saya tanami hanya sedikit namun saya merasa sulit untuk merawatnya, karena setiap hari saya harus bekerja apa ada nya untuk melepasi kebutuhan sehari – hari.

‎Para petani harus terus berjuang dan mencari usaha sampingan untuk mencari nafkah keluarganya. Mahalnya harga pupuk yang tidak terjangkau para petani menjadi salah satu faktor mereka harus rela meninggalkan mata pencahariannya sebagai petani/pekebun. Mereka tidak bisa hanya menggantungkan diri dari usaha kebunnya saja.

‎“Saya tidak bisa hanya bergantung dari hasil kebun, mahalnya harga pupuk yang tidak bisa dijangkau dan kesulitan ekonomi, terpaksa harus meninggalkan usaha kebun untuk sementara waktu. Kalau saya bersihkan kebun saya ini saya tidak dapat harian apa yang harus menutup belanja harian saya. Apa lagi kalau untuk beli pupuk harga pupuk cukup tinggi bagi saya yang susah ini, untuk menutupi kebutuhan seharinya saya sudah kuwalahan apa lagi untuk beli pupuk.” Pungkas Md dengan nada sedih.

‎“Setiap malam saya berpikir terus apa lagi untuk belanja besok hari, sementara pekerjaan mogok mogok itu tidak setiap hari ada, terkadang ada terkadang tidak ada ini yang bikin pusing bagi kita orang susah.” ungkap nya lagi

‎Para petani di Desa Suro berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten akan nasib para petani didaerah.

‎“Saya hanya bisa berharap semoga bupati Aceh Singkil bisa merubah perekonomian masyarakat dan kemajuan daerah, apa bila daerah ini bisa maju tentu perekonomian ini tidak seperti ini, karena setiap daerah yang maju tentu lapangan pekerjaan itu terbuka, sehingga kita bisa ikut bekerja , dan saya juga berharap pada Bupati Aceh Singkil dapatlah kirannya membantu petani lemah, dengan memberi bantuan pupuk subsidi untuk masyarakat petani sawit dengan harga yang murah.” Tutup Md dengan nada sedih.

‎Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Sangat Memprihatinkan Warga Desa Ladang Bisik Bangun Rumah Samping Pohon Sawit Dalam Kebun PT Nafasindo
Hari ini BMKG Deteksi 70 Titik Panas di Aceh
‎Kejari Aceh Singkil Peringkat I Penilai IKPA Kategori Sedang Triwulan II Tahun 2026 Lingkup KPPN Tapaktuan
Terima Audiensi PWI, Bupati Hamartoni Dorong Kebudayaan Lampung Utara Tampil di Puncak Hari Pers Nasional 2026
Perhiptani Aceh Singkil Gelar MUSDA 2026, Siapkan Kepengurusan Baru yang Visioner
Usaha Durian Lokal Terus Berkembang, Pak Andreas Mansur Optimistis Dorong Kemajuan UMKM di Dusun Lubuk Mantuk
Kecelakaan Lalu Lintas Sebabkan Jalan Laswi Padat
Menenun Hijau di Atas Plastik: Kisah Susanto Menyulap Ratusan Galon Bekas Menjadi Sawah Pekarangan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:13 WIB

‎Sangat Memprihatinkan Warga Desa Ladang Bisik Bangun Rumah Samping Pohon Sawit Dalam Kebun PT Nafasindo

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:04 WIB

Hari ini BMKG Deteksi 70 Titik Panas di Aceh

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:12 WIB

‎Masyarakat Petani Kebun Sawit Keluhkan Mahalnya Harga Pupuk Bersubsidi

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:06 WIB

‎Kejari Aceh Singkil Peringkat I Penilai IKPA Kategori Sedang Triwulan II Tahun 2026 Lingkup KPPN Tapaktuan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:51 WIB

Terima Audiensi PWI, Bupati Hamartoni Dorong Kebudayaan Lampung Utara Tampil di Puncak Hari Pers Nasional 2026

Berita Terbaru

Daerah

Hari ini BMKG Deteksi 70 Titik Panas di Aceh

Rabu, 8 Jul 2026 - 13:04 WIB