Aceh Singkil kompas1.id
Ditengah himpitan ekonomi banyak masyarakat kelas menengah kebawah harus berjuang hanya untuk bertahan hidup. Salah satunya usaha perkebunan sawit yang mengeluh mahalnya harga pupuk bersubsidi yang semakin meroket harganya. Seorang petani sawit di Desa Suro Makmur yang tidak mau jati dirinya di masukan ke poto media, mengeluhkan sulitnya perekonomian pada saat ini, sehingga adapun kebun sawit yang saya tanami hanya sedikit namun saya merasa sulit untuk merawatnya, karena setiap hari saya harus bekerja apa ada nya untuk melepasi kebutuhan sehari – hari.
Para petani harus terus berjuang dan mencari usaha sampingan untuk mencari nafkah keluarganya. Mahalnya harga pupuk yang tidak terjangkau para petani menjadi salah satu faktor mereka harus rela meninggalkan mata pencahariannya sebagai petani/pekebun. Mereka tidak bisa hanya menggantungkan diri dari usaha kebunnya saja.
“Saya tidak bisa hanya bergantung dari hasil kebun, mahalnya harga pupuk yang tidak bisa dijangkau dan kesulitan ekonomi, terpaksa harus meninggalkan usaha kebun untuk sementara waktu. Kalau saya bersihkan kebun saya ini saya tidak dapat harian apa yang harus menutup belanja harian saya. Apa lagi kalau untuk beli pupuk harga pupuk cukup tinggi bagi saya yang susah ini, untuk menutupi kebutuhan seharinya saya sudah kuwalahan apa lagi untuk beli pupuk.” Pungkas Md dengan nada sedih.
“Setiap malam saya berpikir terus apa lagi untuk belanja besok hari, sementara pekerjaan mogok mogok itu tidak setiap hari ada, terkadang ada terkadang tidak ada ini yang bikin pusing bagi kita orang susah.” ungkap nya lagi
Para petani di Desa Suro berharap ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten akan nasib para petani didaerah.
“Saya hanya bisa berharap semoga bupati Aceh Singkil bisa merubah perekonomian masyarakat dan kemajuan daerah, apa bila daerah ini bisa maju tentu perekonomian ini tidak seperti ini, karena setiap daerah yang maju tentu lapangan pekerjaan itu terbuka, sehingga kita bisa ikut bekerja , dan saya juga berharap pada Bupati Aceh Singkil dapatlah kirannya membantu petani lemah, dengan memberi bantuan pupuk subsidi untuk masyarakat petani sawit dengan harga yang murah.” Tutup Md dengan nada sedih.
Reporter Sabri
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














