*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id

*Kendal, 4 juni 2026– Nuansa sakral dan budaya Jawa kental terasa di `Hutan Lindung Mahoni, Desa Sambongsari, Kec. Weleri, Kab. Kendal`. Ratusan warga memadati area petilasan untuk mengikuti `Pengajian Akbar Khaul Pangeran Sambong Temenggung Mrawiro Setyo` yang dirangkai dengan acara `Merti Desa Sambongsari`.

Kades sambongsari Bpk Bani Ardi Sag Mpd,Beliau memaparkan akan kerjasama dengan pihak perhutani untuk kembangkan desa wisata,selain wisata ziarah Pangeran Sambong di hutan Mahoni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kades yang sangat dihormati rakyatnya itu mengatakan “Berdasarkan Babad Tanah Kendal dan catatan resmi di Situs Pemerintah Kecamatan Weleri, Pangeran Sambong sejatinya bukanlah nama asli. Nama asli beliau adalah Tumenggung Prawiro Setyo, seorang perwira militer senior dan petinggi elite dari Kesultanan Mataram Islam.

Sebelum Sultan Agung mengerahkan puluhan ribu prajurit Mataram untuk menggempur benteng VOC di Batavia (serangan tahun 1628 dan 1629), seluruh panglima perang berkumpul di Paseban Kemangi (kini masuk wilayah Kangkung, Kendal). Di sinilah Tumenggung Prawiro Setyo bersama murid-murid Ki Ageng Kemangi lainnya menyusun strategi, mengumpulkan logistik, dan mengikrarkan sumpah setia untuk mengusir penjajah kompeni.
Tumenggung Prawiro Setyo berangkat ke Batavia memimpin pasukannya. Namun, sejarah mencatat serangan Mataram menghadapi hambatan besar akibat kelaparan karena lumbung padi dibakar VOC, serta wabah penyakit. Sultan Agung menerapkan aturan militer yang sangat ketat: para panglima yang gagal mengusir VOC dilarang keras kembali ke ibu kota Mataram di Yogyakarta, atau mereka akan menghadapi hukuman mati.
Alih-alih pulang ke Mataram, beliau memilih memutar haluan ke arah barat dan menembus lebatnya hutan belantara di wilayah Kendal Barat. Di sinilah titik balik hidupnya.
Beliau meninggalkan gelar kebangsawanan dan pangkat militernya (Tumenggung) untuk menyamar sebagai rakyat biasa agar tidak diburu oleh mata-mata VOC maupun utusan Mataram.
Beliau memilih jalan spiritual dengan bertapa, mendirikan padepokan, dan fokus menyebarkan agama Islam.
Karena tempat pertapaan dan dakwahnya menjadi titik temu (penyambung) silaturahmi antar-tokoh pelarian dan masyarakat, warga setempat kemudian menjulukinya sebagai Pangeran Sambong.
Cerita tutur rakyat menyebutkan keduanya kerap terlibat perselisihan prinsip ideologis (aliran putih vs aliran hitam), yang puncaknya digambarkan melalui legenda sabung ayam legendaris di dekat Sungai Kutho. Di sinilah masyarakat menonton dari tempat yang agak tinggi (meler-meler dalam bahasa Jawa), yang kelak memicu lahirnya nama daerah Weleri.
Pelarian politik dari Mataram ke Kendal tidak hanya dilakukan oleh Pangeran Sambong. Salah satu rekan seperguruannya yang juga ikut menyerbu Batavia, yaitu Mbah Brontok, ikut menetap di wilayah yang sama.
Jadi, makam sunyi di tengah hutan jati Sambongsari itu sebenarnya adalah tempat peristirahatan terakhir seorang mantan jenderal perang Mataram yang memilih menukar pedangnya dengan sajadah dakwah demi menghindari pergolakan politik.
Sambil mengakhiri pembicaraan ,beliau mempersilakan para tamu dan team Media Kaperwil Jawa tengah kami mencicipi lontong opor khas weleri.

Baca Juga:  Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Grand Final Pemilihan Duta Pajak 2026, Gencarkan Edukasi Kesadaran Pajak Generasi Muda

Acara yang digelar di bawah rindangnya pohon jati tua ini juga diisi dengan `Peletakan Batu Pertama Pembangunan Cungkup Makam Pangeran Sambong` dan `Doa Leluhur`. Hadir sebagai penceramah `KH Mustaqim Yusuf [Gus Taqim]` dan `KH Fahrur Qosidi`.

Dalam sambutan, `Ibu Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E., M.M, Bupati Kendal` memberikan dukungan penuh. Tema acara tahun ini: `“Merawat Tradisi, Menteladani, Memperkuat Ukhuwah Islamiah”`.

Kemeriahan acara juga terlihat dari ramainya lapak UMKM warga sekitar. Para peziarah menikmati aneka jajanan tradisional sambil berdiskusi budaya, seperti yang terekam saat diskusi santai dengan tokoh setempat.

Dalam sambutannya Kades Bani menyampaikan khaul merti desa sambongsari akan dijadikan event tiap tahun dan akan menjadikan sambongsari desa wisata,kades berjanji akan mewujudkan keinginan rakyat menjadikan desa sambong menjadi desa ikonik dengan adanya makam mbah sambong.
Beliau juga memberikan SK kepengurusan makam Pangeran Sambong

Bupati juga mengharap ,”Khaul Pangeran Sambong ini bukan hanya ritual. Ini adalah `napak tilas sejarah` dan `energi` untuk kita semua. Dari sini, kita belajar bahwa menjaga leluhur berarti menjaga jati diri Kendal,dan mengharap pemdes meningkatkan selain sebagai desa wisata juga mengharap agar desa menjadi lumbung perekonomian dan memanage keuangan untuk meningkatkan PAD untuk membangun desa dan mengembangkan potensi desa.

Penulis : haru OBF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil
Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai
Di Mana Nurani Bertetangga? Jalan Ancol Timur XIII Menyempit, Pipa WC Malah Ditutup Pot Tanaman
Sorotan Warga: Ego Sektoral di Jalan Ancol Timur XIII, Fasilitas Publik Malah Jadi Tameng Limbah Domestik
‎Jadwal Dokter Spesialis RSUD 03 Juli ‎Dokter spesialis RSUD Aceh Singkil yang hadir
‎Resah Adanya Karaoke Ilegal Ratusan Ibu Perwiritan Geruduk Lokasi Bersama TIM Gabungan SATPOL PP & WH Aceh Singkil
Desa Landau Badai: Bersatu Mewujudkan Desa yang Maju dan Sejahtera
Koramil 412-02/Sungkai Selatan Bersama Warga Kebut Pengecoran Pondasi Jembatan Perintis Garuda, Akses Dua Desa Segera Terhubung
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:11 WIB

*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:28 WIB

‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:37 WIB

Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai

Sabtu, 4 Juli 2026 - 01:35 WIB

Di Mana Nurani Bertetangga? Jalan Ancol Timur XIII Menyempit, Pipa WC Malah Ditutup Pot Tanaman

Sabtu, 4 Juli 2026 - 01:24 WIB

Sorotan Warga: Ego Sektoral di Jalan Ancol Timur XIII, Fasilitas Publik Malah Jadi Tameng Limbah Domestik

Berita Terbaru