Ritual Ngertakeun Bumi Lamba 2026: Silaturahmi Lintas Adat dan Sinergi Kemanusiaan

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Bandung, 21 Juni – Wilayah Jayagiri yang berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu kembali menjadi pusat spiritualitas Nusantara. Pada hari Minggu, 21 Juni 2026, upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba berhasil diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan. Memasuki pelaksanaannya yang ke-18 secara berkesinambungan, ritual agung ini menjadi momen pertemuan lintas suku, ras, agama, dan budaya untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia alam semesta.

Tahun ini, upacara mengusung tema “Manik Maya” yang bermakna Penyelarasan Hukum Langit dan Kasih Ibu Bumi, sesuai dengan tuntunan naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian. Berdasarkan data panitia, kegiatan ini dihadiri sekitar 3.000 orang, meliputi perwakilan masyarakat adat Nusantara, pemuka spiritual, relawan, hingga pengunjung umum.

Kehadiran Tokoh Adat dan Spiritual Lintas Daerah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara semakin istimewa dengan kehadiran tokoh-tokoh spiritual serta pupuhu atau pemimpin adat dari berbagai penjuru Indonesia. Dari Jawa Barat tampak hadir Luqy Hendrawan atau akrab disapa Bah Uci dan Budi Setiawan yang dikenal sebagai Budi Dalton, yang terus berkomitmen menjaga kelestarian budaya Sunda.

Tak kalah mencuri perhatian, Panglima Jilah selaku pemimpin Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) dari Kalimantan juga hadir secara langsung. Mengenakan atribut adat khas Dayak lengkap dengan rajah tradisional yang sarat makna, kehadirannya memperkuat ikatan persaudaraan antar-masyarakat adat lintas pulau di Nusantara.

Baca Juga:  Musdesus KDMP Desa Sarimahi Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung

Sinergi Tradisi dan Kesiapsiagaan Kemanusiaan

Di balik suasana sakral dan khidmat, keamanan serta keselamatan ribuan peserta menjadi perhatian utama panitia. Oleh karena itu, panitia penyelenggara secara resmi mengundang organisasi kemanusiaan Lendeng Fast Rescue untuk bekerja sama dalam aspek keselamatan dan penanganan darurat.

“Kami mengundang jajaran Lendeng Fast Rescue untuk hadir, berpartisipasi aktif, sekaligus menjalin kemitraan taktis kemanusiaan guna mengawal aspek keselamatan, mitigasi darurat, dan penanganan medis lapangan,” tulis Ketua Pelaksana Rakean Radite Wiranatakusumah dalam surat undangan resminya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Lendeng Fast Rescue menurunkan personel terbaiknya beserta armada  2  ambulans taktis Daihatsu Gran Max bernomor polisi D 8274 LD yang bersiaga penuh di kawasan perbukitan Jayagiri. Mengenakan seragam khas berwarna hitam dan oranye, para relawan tampak membaur dengan para peserta dan tokoh adat. Sinergi ini membuktikan bahwa pelestarian tradisi leluhur dapat berjalan seiring dengan kesiapsiagaan kemanusiaan modern demi menjaga keharmonisan bersama.

Berkat pengawalan ketat tim penyelamat serta restu para sesepuh, rangkaian acara Ngertakeun Bumi Lamba 2026 berlangsung aman, tertib, dan kembali mengukuhkan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Bob Hariawan, Kabiro Kota Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menemukan Kesadaran dalam Setiap Hembusan: Rahasia Nafas yang Tak Pernah Tidur ​Dalam riuhnya kehidupan modern,
Tradisi Leluhur Tetap Terjaga, Masyarakat Luhah Rio Mendiho Gelar Penegakan Tiang Karamentang Setinggi 30 Meter Secara Gotong Royong
Lampah Budaya Mubeng Beteng, Tradisi Khidmat Sambut Tahun Baru Jawa Be 1960 di Keraton Yogyakarta
Pemkab Bandung Hadirkan Tiga Inovasi Baru untuk Pengembangan dan Pelestarian Budaya
‎Pesilat Aceh Singkil Rebut Medali di Pra-PORA 2026, Bupati Berikan Apresiasi ‎
Ribuan Warga Padati Bandung, Sambut Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026
Ribuan Warga Padati Pusat Kota Bandung, Sambut Meriah Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026
Ketua MAA Aceh Singkil Serahkan Pepinangan dan Peusijuek Kapolda Aceh
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 02:48 WIB

Menemukan Kesadaran dalam Setiap Hembusan: Rahasia Nafas yang Tak Pernah Tidur ​Dalam riuhnya kehidupan modern,

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:19 WIB

Ritual Ngertakeun Bumi Lamba 2026: Silaturahmi Lintas Adat dan Sinergi Kemanusiaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 05:09 WIB

Tradisi Leluhur Tetap Terjaga, Masyarakat Luhah Rio Mendiho Gelar Penegakan Tiang Karamentang Setinggi 30 Meter Secara Gotong Royong

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:14 WIB

Lampah Budaya Mubeng Beteng, Tradisi Khidmat Sambut Tahun Baru Jawa Be 1960 di Keraton Yogyakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 01:10 WIB

Pemkab Bandung Hadirkan Tiga Inovasi Baru untuk Pengembangan dan Pelestarian Budaya

Berita Terbaru