PURWOREJO KOMPAS1.ID
Kepala Desa Tanjunganom, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Kasidi, menyampaikan harapan besar agar jembatan gantung penghubung antarwilayah di desanya yang rusak segera diperbaiki atau dibangun kembali. Hal ini disampaikannya saat menanggapi kondisi jembatan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan, pada Kamis (21/5/2026).
Menurut Kasidi, jembatan tersebut sudah rusak sejak Desember 2025 silam akibat putusnya konstruksi, sehingga tidak bisa lagi digunakan dan tidak memungkinkan untuk hanya diperbaiki saja. Ia menegaskan, infrastruktur ini memiliki peran sangat vital bagi masyarakat, karena menjadi jalur pintas yang mempersingkat perjalanan warga dari Desa Tanjunganom, Desa Mangunjayan, dan desa-desa sekitar lainnya.
Jembatan ini kerap dilalui anak-anak sekolah yang menempuh pendidikan di Desa Wareng, baik tingkat MI, SMP, maupun SMK, serta mereka yang bersekolah di wilayah Grabag dan Kutoarjo. Selain itu, akses ini juga sangat dibutuhkan petani dan peternak untuk mengolah lahan serta mencari rumput di seberang sungai, sekaligus menjadi jalur utama bagi warga dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun berdagang ke Pasar Sidomulyo dan Pasar Mundusari di Wareng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama beberapa bulan terakhir, kami sudah mengusulkan penanganannya ke Dinas Pertanian, Dinas BPBD Kabupaten Purworejo, hingga BBWS Serayu Opak. Namun sampai hari ini belum ada tanggapan, atau mungkin memang terkendala masalah dana,” ungkap Kasidi.
Ia juga menambahkan bahwa permasalahan ini pernah disampaikan kepada Anggota Dewan Nur Hidayat saat berkunjung ke lokasi, namun belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Di sisi lain, diketahui anggaran untuk pembangunan fisik saat ini sangat terbatas akibat kebijakan efisiensi belanja pemerintah, sedangkan pembangunan jembatan permanen membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Meski demikian, Kasidi tetap berharap agar jembatan ini segera dibangun kembali, setidaknya berupa jembatan gantung seperti kondisi semula, meskipun harapan terbesarnya adalah terwujudnya jembatan permanen yang aman dan layak pakai. Hal ini penting agar warga tidak lagi mengambil risiko berbahaya dengan menyeberangi sungai secara langsung demi memotong jalan.
“Kami hanya bisa berharap para pemangku kebijakan mendengar keluh kesah kami. Begitu juga wakil rakyat, semoga bisa membantu menyuarakan aspirasi ini, karena jembatan ini benar-benar kebutuhan vital bagi kami semua,” tutup Kasidi.
Jurnalis (Om haru OBF)














