Jembatan Kiau Desa Nanga Ngeri Rusak Parah, Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAPUAS HULU KOMPAS1.ID
Kondisi Jembatan Kiau yang menjadi akses utama masyarakat di Desa Nanga Ngeri, menuju Landau Badai serta sejumlah desa lainnya, kini memprihatinkan. Jembatan berbahan kayu itu diketahui rusak parah dan dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang setiap hari melintasinya. Kamis 21 Mei 2026

Dari pantauan langsung di lapangan, terlihat jelas sejumlah papan penyusun jembatan sudah patah, berlubang, dan lapuk dimakan usia. Beberapa bagian bahkan tampak miring serta tidak lagi tersusun rapi. Kondisi tersebut memaksa masyarakat untuk selalu ekstra hati-hati saat melintas, sebab sedikit saja kelalaian bisa berujung pada kecelakaan serius.

Warga setempat menyebutkan, kerusakan jembatan ini sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga saat ini, belum ada upaya perbaikan yang serius dari pihak terkait. Padahal, jembatan ini merupakan jalur penghubung yang sangat vital bagi warga untuk menunjang berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, menurut keterangan warga, persoalan jembatan yang rusak ini sudah sering diberitakan dan disampaikan berulang kali kepada pihak berwenang. Wilayah ini juga diketahui memiliki sejumlah wakil rakyat yang dipilih oleh masyarakat, namun perhatian serta tindakan nyata untuk memperbaiki jembatan tersebut tak kunjung terlihat.

“Setiap hari kami was-was lewat sini. Kalau malam atau saat musim hujan, kondisinya jauh lebih berbahaya. Kami takut baru ada korban jiwa, pemerintah benar-benar turun tangan,” ungkap salah seorang warga dengan nada kekecewaan.

Selain menjadi jalur aktivitas sehari-hari warga, Jembatan Kiau juga menjadi akses utama untuk mengangkut hasil pertanian serta mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan jembatan akan ambruk sewaktu-waktu dan memutus akses transportasi warga secara total.

Baca Juga:  Reses Tahap V Masa Sidang I, Anggota DPRD Provinsi Lampung Serap Aspirasi Warga di Lampung Selatan

Persoalan kerusakan infrastruktur jembatan di Kapuas Hulu sendiri sebelumnya juga telah menjadi sorotan. Sejumlah pemberitaan menyebutkan, pemerintah daerah telah menyampaikan permohonan perhatian kepada pemerintah pusat terkait banyaknya jembatan rusak di wilayah ini yang menghambat aktivitas masyarakat.

Belum lama ini, beberapa kasus kerusakan jembatan di daerah yang sama juga sempat menyebabkan kendaraan terperosok dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Hal ini menjadi peringatan bahwa kerusakan jembatan bukanlah masalah sepele, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan setiap orang yang melintas.

Masyarakat pun kini berharap pemerintah daerah, dinas terkait, maupun wakil rakyat yang mewakili daerah ini segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah nyata. Warga menegaskan tidak ingin perbaikan baru dilakukan setelah terjadi korban jiwa atau jembatan roboh total.

“Ini akses penting bagi seluruh masyarakat. Jangan tunggu roboh total atau sudah memakan korban baru diperhatikan,” tambah warga lainnya.

Selain perbaikan segera, masyarakat juga berharap dibangunnya jembatan permanen yang lebih layak dan kuat. Hal ini dinilai penting agar akses transportasi berjalan aman serta dapat mendukung pertumbuhan ekonomi desa-desa di wilayah tersebut dalam jangka panjang.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih terpaksa menggunakan jembatan tersebut dengan penuh kehati-hatian sambil terus menunggu perhatian dan tindakan nyata dari pihak pemerintah terkait.

Jurnalis: Effendy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎PT Ensem Lestari Diduga Kebal Hukum, Formas  Desak Gubernur Aceh Bertindak
HUT ke-80 Lampung Utara, Event Adventure Way Rarem Siap Guncang Pecinta Offroad dan Motocross
Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Tutup TMMD ke-128 di Kalimiring, Bupati Tanggamus Ajak Warga Aktif Bangun Desa
Jembatan Kiau Rusak Parah, Warga Nanga Ngeri Desak Pemerintah Segera Bertindak
Puluhan Warga Djiko Lamo, Loloda Kepulauan, Sambut Meriah Saat Reses DPRD Provinsi Dapil Halut-Morotai.
Diduga Langgar UU KIP, Kepala Desa Dan Pemdes Sayana Ogah Jawab Soal APBDes-DD 2024 & 2025, Saat Dikonfirmasi Awak Media
Terima Hibah Rampasan KPK Senilai Rp1,9 Miliar, Pemkab Purworejo Siap Manfaatkan untuk Dukung Layanan Publik
Jamaah Haji Kloter 12 BTJ Terima Bantuan Wakaf 2.000 SAR di Makkah penerima langsung di dampingi Walikota H.Rasyid Bancin
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:46 WIB

‎PT Ensem Lestari Diduga Kebal Hukum, Formas  Desak Gubernur Aceh Bertindak

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:34 WIB

HUT ke-80 Lampung Utara, Event Adventure Way Rarem Siap Guncang Pecinta Offroad dan Motocross

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:24 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Resmi Tutup TMMD ke-128 di Kalimiring, Bupati Tanggamus Ajak Warga Aktif Bangun Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:18 WIB

Jembatan Kiau Rusak Parah, Warga Nanga Ngeri Desak Pemerintah Segera Bertindak

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:42 WIB

Puluhan Warga Djiko Lamo, Loloda Kepulauan, Sambut Meriah Saat Reses DPRD Provinsi Dapil Halut-Morotai.

Berita Terbaru