Jalan Kenanga Payang–Nanga Dua Rusak Parah, Warga Pedalaman Pertaruhkan Nyawa Setiap Hari

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Beginilah kondisi infrastruktur yang hingga kini masih dirasakan masyarakat pedalaman.Jalan penghubung Kenanga Payang menuju Nanga Dua mengalami kerusakan cukup parah.

Bahkan, jembatan kayu yang menjadi akses utama warga kini dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

Di tengah gencarnya pembangunan dan modernisasi yang terus digaungkan pemerintah, warga desa masih harus bertaruh nyawa demi melewati akses jalan seperti ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, jalan dan jembatan bukan sekadar fasilitas biasa, melainkan jalur vital untuk membawa hasil kebun, pergi ke sekolah, mengakses layanan kesehatan, hingga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Warga menyebut kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan, namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pihak terkait.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan tidak hanya menerima laporan dari balik meja.

Menurut warga, masyarakat pedalaman jangan terus dibiarkan merasa tertinggal dan dianaktirikan dalam pembangunan.

Baca Juga:  Rapimnas PJS 12 Mei 2026: Evaluasi Kesiapan DPD dan Pematangan Langkah Menuju Dewan Pers

Sebab kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari megahnya pembangunan di perkotaan, tetapi juga dari sejauh mana perhatian pemerintah terhadap desa-desa terpencil yang selama ini menjadi penopang hasil bumi dan sumber kekayaan daerah.

Kondisi jalan disebut semakin memprihatinkan saat musim hujan tiba.

Jalan menjadi sulit dilalui, sementara jembatan kayu yang sudah rapuh dikhawatirkan sewaktu-waktu roboh dan memutus total akses penghubung antarwilayah.

Masyarakat kini hanya bisa berharap ada perhatian nyata dari pemerintah sebelum kondisi ini memakan korban.

Warga juga meminta pemerintah tidak hanya hadir saat agenda seremonial atau menjelang kepentingan tertentu, tetapi benar-benar membawa solusi nyata bagi masyarakat kecil di pelosok daerah.

Sebab pembangunan yang adil adalah pembangunan yang bisa dirasakan hingga ke ujung desa, bukan hanya terlihat di pusat kota.

 

 

Reporter Yanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru