Kompas1.id
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat — Kondisi papan penunjuk arah menuju Putussibau dan Nanga Dangkan yang berlokasi di Desa Bongkong, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, kini memprihatinkan. Saat awak media meninjau lokasi, papan tersebut terlihat miring nyaris tumbang serta tertutup rapat semak belukar yang tumbuh liar di sekelilingnya.
Papan berwarna hijau itu tak lagi berdiri tegak sebagaimana mestinya. Tiang penyangganya condong ke satu sisi, sementara rumput tinggi dan tanaman liar yang menjalar bahkan menutupi sebagian area papan. Meskipun tulisan arah menuju kedua tujuan tersebut masih samar terlihat, posisinya yang tidak tegak membuat fungsinya sebagai petunjuk jalan menjadi tidak efektif, terutama bagi pengguna jalan yang tidak mengenal wilayah tersebut.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, baik masyarakat setempat maupun pengendara dari luar daerah. Terlebih, jalur ini merupakan akses penting di wilayah pedalaman yang memiliki banyak percabangan jalan, sehingga keberadaan papan penunjuk arah sangat dibutuhkan agar tidak terjadi kesalahan arah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kurangnya perawatan rutin menjadi penyebab utama fasilitas umum ini rusak dan terbengkalai. Semak belukar yang dibiarkan tumbuh semakin lebat juga memperburuk situasi, bahkan mengurangi jarak pandang pengendara, khususnya saat malam hari atau saat cuaca hujan.
“Kalau tidak segera dibersihkan dan diperbaiki, lama-kelamaan bisa roboh total. Padahal papan penunjuk arah ini sangat penting, baik untuk warga sendiri maupun pendatang yang baru pertama kali lewat sini,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Selain tidak berfungsi sebagaimana mestinya, kondisi papan yang nyaris tumbang juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dikhawatirkan tiang penyangganya akan roboh ke tengah badan jalan, yang bisa memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas saat kondisi gelap.
Masyarakat pun berharap adanya perhatian serius dari instansi terkait, baik pemerintah daerah maupun dinas yang membidangi urusan jalan dan transportasi. Warga meminta dilakukan pembersihan area sekitar secara rutin serta perbaikan pada tiang dan struktur papan agar kembali kokoh dan jelas terbaca.
Mengingat jalur ini cukup padat dilalui warga yang bepergian ke berbagai wilayah di Kapuas Hulu, keberadaan papan penunjuk arah yang layak menjadi kebutuhan mendesak. Kondisi terbengkalai seperti ini dinilai mencerminkan kurangnya perhatian terhadap sarana pendukung lalu lintas, padahal fungsinya sangat vital demi kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran perjalanan masyarakat.
Awak media berharap pihak terkait segera bertindak sebelum papan tersebut benar-benar roboh dan tidak bisa digunakan lagi. Perbaikan sederhana seperti penggantian tiang penyangga, pembersihan lingkungan, hingga pengecatan ulang diyakini cukup untuk mengembalikan fungsi fasilitas ini.
Dengan adanya perhatian dan tindakan nyata, masyarakat berharap papan penunjuk arah di Desa Bongkong ini dapat kembali berfungsi optimal, demi keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan yang melintas.
Jurnalis: Effendy














