* Siraman Rohani Jum’at Mengingat Kepada Alloh SWT

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 03:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

KOMPAS1.id
Dunia yang dikuasai keuangan, sukses sering kali diukur dengan seberapa tinggi seseorang mampu menaikkan kekayaannya. Banyak yang menganggap sukses berarti memiliki rumah megah, jabatan rekening, bahkan pengaruh besar di ruang publik. Namun, ditengah hiruk-pikuk dunia yang penuh kompetisi ini, pertanyan mengguncang banyak orang adalah mati masuk surga,”

Pertanyan ini sederhana, namun bermakna sangat dalam. Kalimat ini menembus batas antara ekonomi dan eskatologi, antara dunia yang sementara dan kehidupan yang abadi. Kalimat itu mengandung pesan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang apa yang dicapai di dunia, melainkan tentang apa yang dibawa ke akhirat.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: Barang siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung (sukses).”
(QS. Ali Imran: 185)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ayat ini menegakan bahwa keberhasilan duniawi hanyalah sementara, sedangkan keberhasilan sejati adalah keselamatan di akhirat. Dalam pandangan Islam, sukses bukan sekadar menjadi pribadi yang lebih berarti, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Tuhan.

Rasulullah SAW juga bersabda: Sebaik-baik manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ahmad)

Dengan demikian, sukses bukanlah tentang seberapa banyak kita mengambil dari dunia, tetapi seberapa banyak kita memberi kepada dunia dengan niat karena Allah.

Islam tidak menolak sukses dunia. Justru, dunia adalah ladang amal. Nabi Muhammad SAW bersabda.” Dunia adalah ladang bagi akhirat.”Artinya, setiap kesuksesan duniawi, kekayaan, jabatan, kekuasaan, menjadi bermakna bila digunakan untuk menebar manfaat dan mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Juga:  DPRD Libatkan OKP dalam Pembahasan E-Pokir

Orang kaya yang dermawan, pejabat yang adil, pengusaha yang amanah, guru yang ikhlas, mereka semua sedang menanam benih sukses akhirat melalui peran duniawi mereka.

Sebagaimana firman Allah: Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”_ (QS. Al-Qashash: 77)

Banyak orang sukses secara duniawi, namun hampa. Mereka memiliki segalanya, tapi kehilangan ketenangan. Sebaliknya, banyak orang sederhana yang hidupnya penuh kedamaian karena mereka menemukan makna hidup di jalan kebaikan.

Keberhasilan menuntut perubahan dari memiliki menjadi memberi, dan dari menonjolkan diri menjadi menundukkan hati. Di sinilah letak kebijaksanaan sejati seorang pemimpin, seperti Berbuat baik ke sesama adalah bagian dari sukses itu sendiri.”

Sukse mati masuk surga”, seolah mengembalikan kesadaran manusia kepada fitrah penciptaannya,” hidup bukan sekadar untuk berkompetisi, tetapi untuk berkontribusi; bukan sekadar untuk berkuasa, tetapi untuk berbakti.”

Sukses dunia memang sangat penting, tapi ia hanya akan sangat berarti bila menjadi jembatan menuju sukses akhirat. Karena pada akhirnya, sebagaimana disabdakan Rasulullah SAW: “Orang yang cerdas adalah yang mampu menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”_ (HR. Tirmidzi)

Maka, sukses sejati bukan sekadar meninggalkan jejak di bumi, tetapi meninggalkan cahaya di langit.“Sukses sejati bukan diukur dari berapa banyak yang kita miliki, tetapi dari berapa banyak hati yang kita sentuh dan amal yang kita bawa pulang menuju keabadian.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.000 PEMUDA AKAN BOYONG BENDERA MERAH PUTIH 10X5 METER KE PUNCAK GUNUNG LALAKON
‎Jajaran Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
LBH PWI Sumsel, layangkan Somasi ke 2 ke Sekda Kota Palembang, Aprizal Hasyim.
10 HARI MENJABAT KAPOLRES CIMAHI.AKBP MOH FARUK ROZI UNGKAP PULUHAN KASUS DAN SITA RATUSAN RIBU BUTIR OKT DAN MIRAS
LSM HARIMAU KAB. BANDUNG UCAPKAN YAUMUL MILAD MUBARAK KE-52 UNTUK H. DADAN SOBARA.
Juara di Kampung, Belum Tentu Juara di Kota — Inilah Alasannya
KAPOLRES KOTAMOBAGU DAMPINGI KAPOLDA SULUT SAMBANGI DAN SALURKAN DUKA CITA KELUARGA KORBAN TRAGEDI DRAG RACE
*KKM INSTBUNAS Majalengka Desa Rawa Berkolaborasi dengan Puskesmas Cingambul Edukasi PHBS di SDN Rawa 1 dan SDN Rawa 3*
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:29 WIB

1.000 PEMUDA AKAN BOYONG BENDERA MERAH PUTIH 10X5 METER KE PUNCAK GUNUNG LALAKON

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:32 WIB

‎Jajaran Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:41 WIB

LBH PWI Sumsel, layangkan Somasi ke 2 ke Sekda Kota Palembang, Aprizal Hasyim.

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:34 WIB

10 HARI MENJABAT KAPOLRES CIMAHI.AKBP MOH FARUK ROZI UNGKAP PULUHAN KASUS DAN SITA RATUSAN RIBU BUTIR OKT DAN MIRAS

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:50 WIB

LSM HARIMAU KAB. BANDUNG UCAPKAN YAUMUL MILAD MUBARAK KE-52 UNTUK H. DADAN SOBARA.

Berita Terbaru

Berita

Polisi Berhasil Amankan Belasan Botol Miras Di Wanaraja

Rabu, 12 Agu 2026 - 00:31 WIB