Diduga Aksi Berulang, Warga Kalbar Pertanyakan Ketegasan Aparat Tangani Dugaan Penipuan dan Tindak Kekerasan

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
KALIMANTAN BARAT – Keresahan masyarakat kian memuncak menyusul dugaan kasus penipuan kendaraan jenis Gran Max yang disertai tindakan kasar dan ancaman. Warga menilai peristiwa ini bukan kasus baru, melainkan diduga telah terjadi berulang kali, namun hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Isu ini kian menjadi sorotan publik setelah foto dan video sejumlah pria yang diduga terlibat dalam kasus tersebut beredar luas di media sosial maupun grup percakapan warga. Dalam rekaman yang beredar, para terduga pelaku terlihat beraktivitas santai dan tak menunjukkan rasa khawatir, padahal nama-nama mereka disebut sudah lama dikenal dan menjadi pembicaraan di lingkungan masyarakat setempat.

Sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku heran dan mempertanyakan lambannya penanganan kasus tersebut. Menurut mereka, identitas maupun keberadaan para terduga pelaku sebenarnya sudah cukup diketahui banyak orang, lengkap dengan bukti rekaman yang tersebar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Warga di sini sudah sering mendengar nama mereka. Ini bukan sekali dua kali kejadian. Foto ada, video ada, bahkan tempat mereka berada pun banyak yang tahu. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan tegas apa pun,” ungkap salah satu warga.

Kasus ini disebut telah menimbulkan kerugian materi bagi korban akibat dugaan penipuan mobil Gran Max. Lebih dari itu, tindakan kasar yang disertai ancaman yang diduga dilakukan pelaku disebut membuat korban mengalami tekanan mental hebat dan ketakutan luar biasa.

Baca Juga:  Kunjungan Dandim O624 Kabupaten Bandung Ke Koramil 2415 Margahayu Margaasih

“Korban sampai merasa sangat takut dan tertekan. Kalau dibiarkan terus, situasi begini bikin masyarakat tidak tenang dan khawatir hal serupa menimpa orang lain,” tambah sumber lainnya.

Masyarakat pun mulai meragukan keseriusan aparat dalam menindaklanjuti laporan-laporan yang meresahkan tersebut. Banyak yang menilai lambannya penanganan dapat menggerus rasa aman warga serta menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

“Kalau bukti awal sudah beredar dan masyarakat sudah banyak yang tahu, seharusnya aparat bisa bergerak lebih cepat. Jangan sampai masyarakat menilai hukum itu tajam ke bawah, tapi lemah dan lambat terhadap pihak yang sudah lama meresahkan lingkungan,” ujar warga lainnya.

Warga pun mendesak pihak kepolisian, mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda Kalimantan Barat, agar segera mengambil langkah konkret dan memberikan kepastian hukum demi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap seluruh proses hukum yang berjalan nanti tetap dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasar fakta yang sah, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman maupun terjadinya fitnah terhadap pihak yang tidak bersalah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun penjelasan dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus dugaan penipuan dan tindakan kekerasan tersebut.

Reporter Yani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru