Diduga Harimau Muncul di Tanjung Raja ,Warga Lampung Utara Resah

- Penulis

Selasa, 16 September 2025 - 12:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kompas1.id,
Lampung Utara – Warga Desa Karang Waringin, Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara, digegerkan oleh penampakan satwa liar yang diduga seekor harimau. Peristiwa ini terjadi pada Senin malam (15/9/2025) sekitar pukul 19.00–19.30 WIB di kawasan Tanjakan Abas, Dusun 4 Sinar Ogan, Desa Tanjung Beringin.

Seorang warga, Taslim (45), menjadi saksi mata. Saat itu ia bersama istrinya, Sri Haryanti, sedang mengendarai sepeda motor dari Desa Tanjung Beringin menuju Karang Waringin. Sesampainya di tanjakan, ia melihat seekor satwa besar menyerupai harimau berdiri di tengah jalan.

“Kaget sekali, saya langsung berhenti. Istri saya sampai syok dan jatuh dari motor. Satwa itu sempat berbalik arah ke kami. Karena panik, saya buru-buru membelokkan motor dan kembali ke Tanjung Beringin untuk minta pertolongan,” ungkap Taslim, Selasa (16/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar ini cepat menyebar di tengah masyarakat, memicu rasa cemas karena lokasi kejadian berdekatan dengan permukiman dan jalan yang sering dilalui warga.

Camat Tanjung Raja, Martutiyana, segera menanggapi laporan tersebut. Ia mengimbau warga agar tidak beraktivitas di luar rumah pada malam hari kecuali jika sangat penting. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil untuk langkah penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Kapolsek Tanjung Raja, Iptu Syamsul, membenarkan pihaknya bersama aparat kecamatan langsung menuju lokasi untuk melakukan penelusuran. Selasa pagi, aparat gabungan menggelar kegiatan Pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) yang dihadiri oleh camat, kapolsek beserta jajaran, babinsa, kepala desa, perangkat desa, serta warga setempat.

Baca Juga:  Fogging Dilakukan di Desa Sukasari untuk Cegah Penyebaran penyakit baru chikungunya,,

“Kesaksian Taslim dan istrinya menjadi salah satu bahan utama dalam pendalaman keterangan,” ujar Iptu Syamsul.

Dari hasil pengecekan, lokasi kejadian memang berdekatan dengan Hutan Lindung Register 34 Tangkit Tebak yang berbatasan langsung dengan permukiman warga. Kondisi ini memungkinkan satwa liar masuk ke wilayah desa dan berpotensi menimbulkan konflik.

Aparat mengimbau warga untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak beraktivitas sendirian di ladang, menghindari keluar malam, serta segera melapor jika kembali melihat keberadaan satwa liar.

“Keselamatan warga adalah yang utama. Jangan sampai ada korban jiwa, apalagi sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil kebun dan ladang,” tegas seorang petugas di lapangan.

Kekhawatiran warga Tanjung Raja cukup beralasan. Konflik manusia dengan harimau sebelumnya sudah berulang kali terjadi di Lampung Barat, khususnya di sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Beberapa petani dilaporkan tewas maupun luka-luka akibat serangan satwa liar.

Untuk mengantisipasi hal serupa, aparat bersama warga mendorong langkah mitigasi serius, mulai dari patroli hutan, pemasangan kamera jebak, hingga koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung jika diperlukan.

Situasi di Karang Waringin saat ini masih dalam pemantauan. Warga berharap aparat segera menemukan solusi agar mereka dapat beraktivitas di kebun dengan aman, tanpa dihantui kekhawatiran akan munculnya harimau di sekitar permukiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
KOMBES TRI SUHARTANTO RESMI PIMPIN POLRESTA BANDUNG, TEKANKAN KEBERLANJUTAN PELAYANAN PUBLIK
Detik-Detik TPS Terminal Doro Terbakar Dipicu Angin Kencang, Polisi dan Damkar Pekalongan Baku Cepat Padamkan Api
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”

Berita Terbaru