Bandung Kompas1.id
Dinas Pendidikan Jawa Barat mulai melakukan uji coba aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 dari Command Center Tikomdik Disdik Jabar di Kota Bandung. Program ini langsung menjadi perhatian karena seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat nantinya wajib masuk dalam sistem pendataan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto mengatakan, uji coba dilakukan untuk memastikan aplikasi berjalan lancar sebelum dipakai secara resmi dalam proses penerimaan murid baru tahun depan.
Pada tahap awal, simulasi dilakukan secara terbatas dengan melibatkan perwakilan sekolah dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setiap sekolah hanya mengirimkan 1 hingga 2 orang peserta untuk mencoba sistem tersebut secara langsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Purwanto, aplikasi SPMB dibuat agar proses penerimaan siswa menjadi lebih tertata, mudah dipahami, dan tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan masyarakat maupun pihak sekolah tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan nanti.
Disdik Jabar mencatat ada sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs yang akan mengikuti proses pemetaan pendidikan menengah pada tahun 2026. Seluruh data siswa nantinya akan digunakan untuk memetakan kelanjutan pendidikan ke SMA, SMK, MA maupun jenjang lainnya.
Purwanto juga meminta seluruh peserta uji coba aktif memberikan masukan jika menemukan kendala teknis selama simulasi berlangsung. Sementara itu, peluncuran resmi sosialisasi SPMB dan program Sekolah Maung dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei 2026. ***














