Diduga Bau dan Basi Program Makanan Bergizi Balita Gratis di CINUNUK Jadi Sorotan

- Penulis

Sabtu, 20 September 2025 - 02:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab.Bandung | Kompas1.id –
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan gizi balita, kini menghadapi kritik di Kampung Cipadati, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi.

Warga melaporkan adanya dugaan bahwa makanan yang dibagikan kepada balita berbau tidak sedap dan bahkan sudah basi.

Makanan Tidak Layak Konsumsi
Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa beberapa paket makanan yang disalurkan kepada keluarga dengan balita menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Makanan ini diduga tidak layak konsumsi karena mengeluarkan bau aneh, sebuah indikasi bahwa bahan makanan yang digunakan tidak segar atau proses pengolahannya tidak higienis.

Ini merupakan masalah serius, mengingat sasaran program ini adalah balita, kelompok usia yang paling rentan terhadap masalah kesehatan akibat makanan yang tidak aman.

Potensi Risiko Kesehatan
Mengkonsumsi makanan yang basi dapat menimbulkan risiko kesehatan serius pada balita, seperti keracunan makanan, diare, dan masalah pencernaan lainnya.

Kondisi ini justru bertolak belakang dengan tujuan awal program MBG, yaitu untuk mencegah stunting dan malnutrisi. Jika laporan ini benar, upaya baik dari pemerintah bisa berbalik menjadi ancaman bagi kesehatan anak-anak.

Baca Juga:  Keluarga Korban Mendesak Kepolisian, "Segera Tangkap Komplotan Pelaku di Tambang Ratatotok Yang Melanggar, UU, Memegang Senjata, Membawa dan Menembak "Tiga Korban, Satu Kritis.

Perlunya Investigasi dan Perbaikan Menyeluruh
Menanggapi laporan ini, pihak terkait, baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun dinas kesehatan, perlu segera melakukan investigasi. Penyelidikan harus mencakup rantai pasok makanan, mulai dari pemasok bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi.

Penting untuk memastikan apakah ada penyimpangan prosedur, kelalaian dalam pengawasan, atau penggunaan bahan makanan yang tidak memenuhi standar.

Sambil menunggu hasil investigasi, langkah-langkah perbaikan mendesak harus segera diambil. Ini termasuk pengawasan kualitas yang lebih ketat, edukasi bagi pihak penyedia makanan, dan peningkatan transparansi agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam mengawasi kualitas makanan yang diterima.

Suara Masyarakat adalah Kunci
Kejadian di Kampung Cipadati menjadi pengingat bahwa pelaksanaan program sebesar MBG memerlukan pengawasan yang ketat dan partisipasi aktif dari semua pihak, terutama masyarakat.

Warga diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan ketidakberesan. Suara mereka adalah kunci untuk memastikan program ini berjalan sesuai tujuannya: memberikan gizi terbaik untuk generasi penerus bangsa.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Pilu di Balik Pembongkaran Bangunan Liar Jalan Eyckman: Sri Pasrah Lapak 20 Tahun Rata dengan Tanah
‎PGRI Aceh Singkil Teguhkan Dukungan Terhadap Program Pendidikan Bupati Demi Mewujudkan Generasi Unggul dan Martabat ‎
Pemkab Bandung Optimistis Capai 100 Persen Kepatuhan Pelaporan Pajak Sebelum Rekonsiliasi Juni 2026
Diduga Aksi Berulang, Warga Kalbar Pertanyakan Ketegasan Aparat Tangani Dugaan Penipuan dan Tindak Kekerasan
Tinjau Lokasi SNT di Lae Saga, Kadisdik Subulussalam: Hanya 50 Daerah di Indonesia Dapat Program Ini
Tinjau Lokasi 20 Hektare, Wali Kota Subulussalam Bawa Tim Verifikasi Pusat ke Calon Lahan Sekolah Nasional Integritas di Lae Saga
Menanam Integritas Sejak Dini: KPK Luncurkan Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Sekolah
‎Perkebunan Astra Adakan Bakti Sosial di Aceh Singkil Berupa Donor Darah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:26 WIB

Kisah Pilu di Balik Pembongkaran Bangunan Liar Jalan Eyckman: Sri Pasrah Lapak 20 Tahun Rata dengan Tanah

Rabu, 13 Mei 2026 - 04:08 WIB

‎PGRI Aceh Singkil Teguhkan Dukungan Terhadap Program Pendidikan Bupati Demi Mewujudkan Generasi Unggul dan Martabat ‎

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:14 WIB

Pemkab Bandung Optimistis Capai 100 Persen Kepatuhan Pelaporan Pajak Sebelum Rekonsiliasi Juni 2026

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:06 WIB

Diduga Aksi Berulang, Warga Kalbar Pertanyakan Ketegasan Aparat Tangani Dugaan Penipuan dan Tindak Kekerasan

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

Tinjau Lokasi SNT di Lae Saga, Kadisdik Subulussalam: Hanya 50 Daerah di Indonesia Dapat Program Ini

Berita Terbaru