Bandung Kompas1.id
Seni Pernapasan Usik Budi Bawana kembali menegaskan pentingnya kesadaran bernapas sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan fisik, mental, hingga spiritual. Perguruan yang didirikan oleh Guru Mamat Darja itu memandang napas bukan sekadar proses biologis, melainkan sumber energi kehidupan yang memengaruhi keseimbangan tubuh dan jiwa manusia.
Ketua Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Indonesia, Wisnu Kuncoro, SH, menjelaskan bahwa teknik pernapasan yang diterapkan dalam perguruan tersebut berfokus pada pengolahan napas secara sadar dan teratur. Menurutnya, pola bernapas yang benar mampu membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus mengurangi tingkat stres yang kerap dialami masyarakat modern.
Guru Mamat Darja menyebut setiap manusia memulai kehidupan dengan tarikan napas pertama saat lahir. Dari proses itu, napas dipercaya membawa energi yang tersimpan tidak hanya pada tubuh fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Napas membentuk hubungan antara raga, rasa, dan jiwa. Apa yang dikonsumsi manusia, bagaimana menjaga kebersihan tubuh, hingga cara menjalani kehidupan turut memengaruhi kualitas kesehatan,” ujarnya.
Dalam praktiknya, Seni Pernapasan Usik Budi Bawana mengajarkan pengendalian pernapasan mendalam dan perlahan untuk membantu tubuh mencapai kondisi rileks. Teknik tersebut diyakini mampu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat pola napas yang tidak teratur atau hiper ventilasi.
Wisnu mengaku awalnya tertarik mempelajari teknik pernapasan karena sering mengalami gangguan kesehatan. Setelah menjalani latihan selama beberapa bulan, ia merasakan perubahan signifikan terhadap kondisi tubuhnya.
“Saya merasa tubuh lebih sehat, lebih bertenaga, dan lebih stabil secara mental,” katanya.
Pengalaman serupa juga dirasakan sejumlah peserta lainnya. Yudi, salah satu anggota, mengaku pernah mengalami syaraf kejepit yang membatasi aktivitas sehari-hari. Setelah rutin menjalani latihan pernapasan selama dua hingga tiga bulan, ia merasakan kondisi tubuhnya berangsur pulih tanpa pengobatan medis.
Sementara itu, peserta lain bernama Wiwi menyebut latihan pernapasan membuat tubuh terasa lebih segar dan membantu memunculkan semangat baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain membahas kesehatan fisik, metode pernapasan ini juga menekankan pentingnya energi positif dalam proses latihan. Guru Mamat Darja menilai kondisi mental seseorang sangat berpengaruh terhadap kemampuan tubuh menyerap manfaat dari teknik pernapasan yang dipelajari.
“Energi positif sangat penting. Pikiran dan hati harus bersih agar manfaat latihan bisa dirasakan secara maksimal,” tuturnya.
Dalam pengembangannya, Seni Pernapasan Usik Budi Bawana memiliki lima tingkatan latihan yang difokuskan pada pembinaan kesehatan fisik, penguatan energi tubuh, pengendalian mental, peningkatan intuisi, hingga pendalaman spiritual.
Teknik ini juga disebut membantu peserta melatih fokus dan konsentrasi. Wisnu menjelaskan bahwa salah satu cara mengendalikan pikiran yang mengganggu adalah dengan mengarahkan perhatian sepenuhnya pada ritme napas.
“Kunci utamanya adalah fokus pada napas yang dihirup dan dihembuskan. Dari situ pikiran menjadi lebih tenang,” ujarnya.
Perguruan Seni Pernapasan Usik Budi Bawana menerapkan sistem keanggotaan dengan biaya pendaftaran awal sebesar Rp200 ribu dan iuran bulanan Rp100 ribu. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan latihan dan pembinaan anggota.Untuk Informasi dan Pendaftaran bisa menghubungi 081312772007 / Wisnu Kuncoro
Melalui pendekatan olah napas, perguruan ini berupaya menghadirkan alternatif pembinaan kesehatan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan spiritualitas. Bagi para anggotanya, setiap tarikan napas dianggap sebagai langkah untuk memperbaiki kualitas hidup secara menyeluruh.Jurnalis Joepin














