SEMITAU, — KOMPAS1.id || Suasana antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di AMPS Semitau, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kamis 24 September 2026, diwarnai ketegangan dan pertengkaran antarpengantri. Peristiwa tersebut menjadi sorotan masyarakat karena memperlihatkan kondisi sulitnya warga mendapatkan BBM.
Keributan yang terjadi di tengah antrean tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan dan penyaluran BBM di wilayah Semitau perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Warga yang membutuhkan BBM harus berhadapan dengan antrean dan situasi yang berpotensi memicu perselisihan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut juga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengawasan terhadap distribusi BBM, mulai dari ketersediaan, mekanisme penyaluran, hingga pemerataan kepada masyarakat.
Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama aparat dan instansi berwenang tidak hanya turun ketika terjadi keributan, tetapi melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap proses distribusi BBM agar penyalurannya berjalan tertib, transparan, dan sesuai ketentuan.
“Antrean sampai menimbulkan pertengkaran tentu menjadi perhatian. Pemerintah dan pihak berwenang perlu melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan dan memastikan masyarakat mendapatkan BBM secara adil,” demikian inti keluhan yang berkembang di tengah masyarakat.
Peristiwa tersebut menjadi alarm bagi pihak berwenang untuk mengevaluasi kondisi penyaluran BBM di Semitau. Jika terjadi kelangkaan, antrean panjang, atau ketidakteraturan distribusi, penyebabnya perlu diperiksa secara objektif berdasarkan data dan kondisi di lapangan.
Masyarakat juga berharap aparat terkait melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara transparan, termasuk memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam distribusi maupun praktik yang merugikan konsumen.
Pertengkaran di tengah antrean bukan sekadar persoalan antarwarga. Peristiwa ini perlu menjadi bahan evaluasi serius agar penyaluran BBM benar-benar dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan dan tidak terus memicu keresahan di lapangan.
KOMPAS1.ID — Media Independen Suara Rakyat
Jurnalis Effendy











