Kompas1.id
KUNINGAN — Suasana mencekam terjadi di lingkungan SMP Negeri 2 Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Senin (14/9/2026). Puluhan siswa tiba-tiba mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, mual, hingga muntah, diduga setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kronologi Kejadian
Pukul 08.00 WIB: Para siswa menyantap makanan program MBG setelah pelaksanaan upacara bendera. Menu yang disajikan berupa nasi, lauk ayam, tahu, sayur, dan buah-buahan. Pukul 09.00 WIB: Kurang lebih satu jam setelah makan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan pusing dan mual. Keluhan menyebar secara serentak ke banyak siswa.
Pagi hingga Sore: Korban terus bertambah. Para siswa dilarikan secara beruntun ke UPTD Puskesmas Ciwaru untuk mendapatkan penanganan medis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah Korban
Kepala SMPN 2 Ciwaru Budi Harjono Aristia menyebutkan 28 siswa dari sekolahnya mengalami gejala.
Data dari Puskesmas dan Camat Ciwaru mencatat 30 orang, terdiri dari 29 siswa SMPN 2 Ciwaru dan 1 siswa SDN Lebakherang.
Mayoritas kondisi membaik setelah pengobatan dan observasi. Satu siswi dirujuk ke RS KMC Luragung untuk penanganan lebih lanjut.
Gejala & Penanganan Medis
Keluhan utama yang dialami para siswa:
– Pusing
– Mual
– Sebagian mengalami muntah
Pihak Puskesmas Ciwaru segera melakukan:
Pemeriksaan dan pemberian obat kepada seluruh korban
Pengambilan sampel makanan (nasi, ayam, tahu, sayur, buah) untuk diuji di laboratorium Hasil pemeriksaan bakteri E. coli memerlukan waktu inkubasi ±24 jam, dijadwalkan keluar Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB
Sebagian besar siswa telah diizinkan pulang pada sore hari setelah kondisinya membaik.
Dugaan Penyebab & Status Penyelidikan
Makanan dari program MBG menjadi sumber dugaan utama, namun belum dipastikan sebagai penyebab tunggal.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia makanan sedang dalam penelusuran bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan. Camat Ciwaru Rusmiadi, M.Si. membenarkan peristiwa dan memastikan penanganan berjalan cepat serta transparan.
Tanggapan Pihak Terkait
Kepala SMPN 2 Ciwaru Budi Harjono Aristia: “Jumlahnya masih 28 siswa dan belum bertambah. Gejalanya pusing dan mual saja. Pihak sekolah terus memantau dan berkoordinasi dengan Puskesmas” .
– Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy: Menyatakan prihatin dan meminta pengawasan diperketat terhadap SPPG. “Jika terbukti keracunan, ini kelalaian pengelola. SOP harus diperketat,” ujarnya.
– Kepala Puskesmas Ciwaru Yuyu: Mengonfirmasi 30 siswa dalam tahap observasi dan perawatan.
Pembaruan: Hasil uji laboratorium yang mengonfirmasi penyebab pasti dijadwalkan keluar pada Selasa (15/9/2026). Perkembangan kasus akan terus dipantau.
Wa Bedod










