Lampung Utara — KOMPAS1.id || Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat yang masuk dalam daftar Penerima Bantuan Pangan (PBP). Penyaluran bantuan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 tersebut dilakukan sekaligus untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi.
Launching penyaluran bantuan berlangsung di Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Jumat (11/9/2026), dan dihadiri Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, khususnya beras sebagai salah satu kebutuhan utama rumah tangga.
Berdasarkan alokasi tahun 2026, sebanyak 116.147 Penerima Bantuan Pangan di Lampung Utara tercatat sebagai penerima. Setiap PBP mendapatkan bantuan 10 kilogram beras setiap bulan. Karena bantuan untuk Juli hingga September disalurkan sekaligus, masing-masing penerima menerima total 30 kilogram beras.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar persoalan jumlah beras yang disalurkan, tetapi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi kebutuhan sehari-hari.
“Beras yang tersedia di dapur berarti ada ketenangan. Ada kebutuhan lain yang sedikit bisa diringankan,” ujar Hamartoni dalam sambutannya.
Selain mengandalkan bantuan pangan dari pemerintah pusat, Pemkab Lampung Utara juga menyiapkan langkah lain melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Saat ini, cadangan beras pemerintah daerah tercatat sebanyak 36,26 ton, dengan rencana penambahan CPPD sebanyak 46 ton beras.
Hamartoni juga membuka peluang penambahan jenis bantuan pangan pada tahun mendatang apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan.
Tidak hanya beras, pemerintah berencana memasukkan minyak makan dan gula sebagai komponen bantuan. Ia sekaligus mengapresiasi sinergi Pemkab Lampung Utara dengan Perum Bulog yang dinilai penting untuk menjaga ketersediaan pangan dan meringankan beban masyarakat.
“Jika ke depan anggaran kita mencukupi dan jauh membaik, kami berencana tahun depan menambah komponen bantuan seperti minyak makan dan gula selain beras. Tujuannya untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat,” kata Hamartoni.
Pemkab Lampung Utara berharap kolaborasi bersama Bulog tidak berhenti pada penyaluran bantuan kali ini. Pemerintah daerah menilai kesinambungan program pangan diperlukan agar masyarakat yang membutuhkan tetap mendapatkan perlindungan dan akses terhadap kebutuhan pokok secara layak.
Editor wep / Kompas1.id












