‎AMPAS: Pemda Aceh Singkil Diduga Tidak Serius Memperjuangkan Hak Masyarakat Korban Banjir Terkait Penyaluran JADUP ‎

- Penulis

Minggu, 6 September 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id
Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) Angkat Bicara melalui Rahman Syafii SH selaku Sekretaris menilai Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil diduga tidak menunjukkan keseriusan dalam memperjuangkan hak masyarakat korban banjir, khususnya terkait penyaluran Dana Jaminan Hidup (JADUP).

‎Dugaan tersebut muncul karena hingga hari ini masyarakat belum memperoleh kepastian mengenai kapan JADUP akan disalurkan. Selama hampir tiga bulan terakhir, masyarakat diminta untuk terus bersabar dengan alasan pemerintah sedang mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut. Namun, hingga kini belum ada kejelasan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan kami khawatir sangat khawatir jika tidak ada penjelasan resmi otomatis masyarakat sudah tidak percaya kepada Pemda

‎Rahman Syafii kembali menegaskan bahwa JADUP merupakan hak masyarakat terdampak bencana, bukan sekadar bantuan yang dapat ditunda tanpa kepastian. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban memberikan informasi yang terbuka, jujur, dan jelas mengenai perkembangan proses penyalurannya, jikapun belum ada progres yang baik selama tiga bulan ini wajar kami menilai Pemerintah dan Instansi terkait tidak bekerja untuk kepentingan masyarakat

‎”Kami mempertanyakan sejauh mana keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam memperjuangkan hak masyarakat. Jika memang pemerintah telah bekerja dan berkoordinasi dengan pihak terkait, maka sampaikan kepada publik secara terbuka: kapan JADUP akan disalurkan kepada masyarakat? Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam ketidakpastian dan hanya menerima janji-janji tanpa kepastian.”

‎AMPAS mendesak Bupati Aceh Singkil beserta seluruh jajaran terkait untuk segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai status pengurusan JADUP, termasuk kendala yang dihadapi apabila memang masih terdapat hambatan administrasi atau regulasi.

‎Rahman Syafii kembali menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga hak-hak masyarakat korban banjir benar-benar dipenuhi. Pemerintah harus membuktikan keberpihakannya kepada rakyat melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji yang terus diulang tanpa kepastian.

‎Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT Kuningan Ke-528 LSM Penjara Kuningan Indonesia Matangkan Persiapan Karnaval.
Oknum BPG Diduga Cawe-cawe Pilkades Bangun Sari, Kendalikan Dana Desa — PJ Kades Dinilai Sekadar Boneka
Abu Semburan Gunung Anak Krakatau Terbawa Angin hingga Lebak, Warga Diminta Gunakan Masker”
Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Bangun Sari 2025-2026 Saat Pilkades Mencuat, Masyarakat Minta Inspektorat Turun
Strategi Polres Pekalongan dan Perhutani Padamkan Kebakaran Hutan di Petungkriyono
Gunung Anak Krakatau Meletus 4 Kali dalam Sejam, Kolom Abu Mencapai 300 Meter
*Polda Jateng Intensifkan Penanganan Kebakaran TPA Putri Cempo, Pemadaman Dilakukan dari Udara*
SEMPAT RICUH, MEDIASI GABUNGAN ORMAS, LSM DAN MEDIA PETAMANDALA DENGAN PIHAK SMK HM BERAKHIR DAMAI
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:19 WIB

Sambut HUT Kuningan Ke-528 LSM Penjara Kuningan Indonesia Matangkan Persiapan Karnaval.

Minggu, 6 September 2026 - 08:27 WIB

Oknum BPG Diduga Cawe-cawe Pilkades Bangun Sari, Kendalikan Dana Desa — PJ Kades Dinilai Sekadar Boneka

Minggu, 6 September 2026 - 08:25 WIB

‎AMPAS: Pemda Aceh Singkil Diduga Tidak Serius Memperjuangkan Hak Masyarakat Korban Banjir Terkait Penyaluran JADUP ‎

Minggu, 6 September 2026 - 04:26 WIB

Abu Semburan Gunung Anak Krakatau Terbawa Angin hingga Lebak, Warga Diminta Gunakan Masker”

Minggu, 6 September 2026 - 01:00 WIB

Strategi Polres Pekalongan dan Perhutani Padamkan Kebakaran Hutan di Petungkriyono

Berita Terbaru