Kompas1.id
SIDOARJO — Perhatian publik tertuju pada kasus dugaan keracunan massal yang terjadi setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Rabu (2/9/2026), jumlah korban yang mengalami keluhan kesehatan terus bertambah.
Jumlah Korban
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, tercatat 566 orang mengalami keluhan kesehatan. Rinciannya:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
88 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit
470 orang telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik
Gejala yang Dialami
Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menyebut keluhan yang paling banyak dialami korban berupa mual, muntah, dan pusing. Pemerintah bersama pihak terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pastinya.
Sumber Makanan Dihentikan
Kasus tersebut membuat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin yang memasok makanan ke sejumlah sekolah dan pesantren dihentikan sementara operasionalnya.
Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menjelaskan dapur tersebut memasok sekitar 2.800 porsi makanan setiap hari, termasuk sekitar 1.000 porsi untuk santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, sisanya untuk sekolah-sekolah di sekitar wilayah tersebut.
“Untuk hari ini 2.800 porsi. Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah.” — Teguh Bayu Wibowo
Pemeriksaan & Investigasi
Sampel makanan telah diambil oleh Dinas Kesehatan dan kepolisian untuk diperiksa di laboratorium.
Hasil laboratorium diperkirakan baru diketahui sekitar satu minggu ke depan.
Pemeriksaan tidak hanya meneliti bahan makanan, tetapi juga proses pengolahan, penyimpanan, hingga waktu makanan dikonsumsi.
Penghentian operasional SPPG bersifat sementara sambil menunggu hasil evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut. BGN nantinya akan menentukan status selanjutnya.
Dinkes Sidoarjo menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian belum dapat dipastikan dan investigasi terus dilakukan secara menyeluruh.
Mulyoko













