
Kompas, 1 id
SUBULUSSALAM – Pasca berakhirnya proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, masyarakat diingatkan untuk menjaga persaudaraan dan kerukunan. Prinsip utamanya: siapa yang terpilih adalah yang terbaik menurut kehendak rakyat, namun kemenangan jangan membuat sombong dan kekalahan jangan berputus asa .
Berbagai kalangan mengingatkan bahwa hasil pemilihan adalah takdir yang tersurat. Bagi calon yang berhasil memimpin, beban tanggung jawab justru semakin berat, bukan menjadi alasan untuk merasa ringan atau berlebihan. Sebaliknya, bagi yang belum terpilih, bukan berarti kalah dalam segala hal .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak yang berkepentingan menekankan pentingnya menghindari sikap atau ucapan yang saling menyinggung antara pendukung pemenang dan pihak yang kalah. Terlebih lagi, antarwarga masih memiliki ikatan kekerabatan dan persaudaraan yang erat. Dikhawatirkan perselisihan sesaat karena pilkades dapat merenggangkan hubungan serumpun yang sudah terjalin baik .
“Jangan sampai persaingan sesaat membuat tali persaudaraan terputus. Menjadi pemimpin bukanlah hal yang ringan, penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan dan masyarakat. Mari kita kembalikan suasana seperti biasanya, tetap bersatu dan saling mendukung pembangunan desa,” demikian pesan yang disampaikan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat merajut kembali kebersamaan setelah demokrasi berjalan .
Diharapkan semangat persaudaraan tetap menjadi fondasi utama, sehingga keberhasilan pemimpin desa terpilih nantinya didukung oleh kedamaian hati seluruh warga tanpa sekat-sekat hasil pemilihan .
Reporter/ramona










