Kondisi Tanggul Lumpur Lapindo Titik 10.D Semakin Kritis, Pemprov Jatim Kajian Opsi Relokasi Warga

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
SIDOARJO, 27 Juli 2026 – Kondisi tanggul penahan lumpur Lapindo di titik 10.D, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, dinilai semakin mengkhawatirkan pasca terjadinya retakan dan rembesan yang muncul beberapa waktu lalu . Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan situasi ini mengancam keselamatan warga serta berpotensi mengganggu jalur kereta api yang berada tak jauh dari lokasi rawan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur tanggul tambahan yang terbuat dari campuran tanah dan lumpur mengalami keretakan di beberapa bagian, dengan lebar sisa tanggul yang tersisa hanya sekitar 45 sentimeter. Jarak bibir tanggul dengan permukaan lumpur pun semakin sempit, berkisar antara 25 hingga 35 sentimeter, sehingga risiko luapan semakin terbuka lebar .

Emil menyatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Di tengah kekhawatiran tersebut, pihaknya mulai mempertimbangkan langkah strategis berupa relokasi warga yang tinggal di kawasan berisiko tinggi. Meski diakui langkah ini tidak mudah karena berkaitan erat dengan tempat tinggal dan mata pencaharian warga, namun harus diambil demi mencegah dampak yang lebih fatal.

“Kami tidak boleh menunda. Jika kondisi terus memburuk, nyawa warga adalah yang paling utama. Kami sadar relokasi menyentuh aspek kehidupan masyarakat, namun itu menjadi salah satu opsi yang harus dikaji secara matang,” ujar Emil.

Saat ini penanganan darurat terus dilakukan oleh Kementerian PUPR bersama Satuan Kerja Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), termasuk penguatan struktur tanggul dan pemantauan intensif setiap saat . Berbagai elemen meminta agar penanganan dipercepat secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, agar potensi bencana tidak melebar dan merugikan lebih banyak pihak.

Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada, serta senantiasa mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang apabila sewaktu-waktu diperlukan evakuasi atau langkah pencegahan lain.
***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru