Kompas1.id
BANDUNG — Kembalinya aktivitas penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara mulai memberikan efek domino yang nyata bagi perekonomian Jawa Barat. Lonjakan jumlah penumpang sekaligus membuka peluang baru bagi pariwisata, perdagangan, hingga logistik, sekaligus menjadi tantangan agar manfaatnya merata hingga ke seluruh wilayah.
Dalam periode 14–16 Agustus 2026, tercatat 15.664 penumpang telah menggunakan Bandara Husein Sastranegara, di mana sebanyak 8.012 orang di antaranya adalah wisatawan yang tiba di Jawa Barat. Rute Denpasar–Bandung menjadi yang paling ramai dengan 3.524 penumpang, diikuti Medan–Bandung 3.012 penumpang, Balikpapan–Bandung 2.388 penumpang, dan Surabaya–Bandung 2.384 penumpang.
Kehadiran wisatawan ini ikut menghidupkan sektor pariwisata. Tingkat okupansi hotel di kawasan Bandung Raya kini berada di kisaran 25–35 persen pada akhir pekan. Restoran dan berbagai destinasi wisata pun mulai merasakan peningkatan kunjungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingatkan agar lonjakan tersebut tidak hanya menumpuk di Bandung Raya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan mendorong agen perjalanan untuk menyusun paket wisata yang menjangkau daerah-daerah di luar Bandung Raya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Selain pariwisata, Bandara Husein Sastranegara juga diharapkan mampu menjadi pendorong aktivitas perdagangan dan logistik. Pengiriman kargo melalui bandara dinilai dapat mempercepat distribusi produk unggulan Jawa Barat, sekaligus menekan biaya dan waktu pengiriman yang lebih efisien.
Reaktivasi bandara ini bukan sekadar kembalinya keramaian penerbangan. Jika dikelola dengan tepat, bandara ini berpotensi menjadi pintu masuk strategis bagi wisatawan, jalur perdagangan, serta penggerak ekonomi kreatif dan produk UMKM Jawa Barat. Tantangannya kini adalah memastikan manfaat konektivitas tersebut tidak hanya dirasakan di Bandung Raya, tetapi merata di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
—









