Peringatan Hajat Huluwotan Jadi Momentum Kebersamaan Warga dalam Merawat Mata Air, Lingkungan, dan Nilai Budaya Leluhur

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas. 1. Id.
Masyarakat KP Ganenyeum , RW 07 , dan RW 08 , Kadus 4 , Desa Malasari , Kecamatan Cimaung menggelar Hajat Huluwotan Cipait, Selas ( 18/8/26 ). kegiatan ini merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Sunda yang berkembang secara turun temurun, kegiatan ini merupakan tradisi ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT, atas limpahan nikmat air yang menjadi sumber kehidupan bagi warga, sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa membangun saluran air dari sumber mata air menuju permukiman.

Kegiatan ini merupakan tradisi masyarakat dalam niat, bernazar , atau keinginan, atas karunia mata air sebagai sumber kehidupan, yang memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Atas kelancaran pembangunan saluran air tersebut dilakukan secara gotong royong dengan harapan air dapat mengalir dan dimanfaatkan oleh seluruh warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, sesepuh kampung, pemuda, kaum perempuan, hingga seluruh warga yang ingin ikut serta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan bersama di lingkungan kampung. Masyarakat menyiapkan berbagai perlengkapan acara, makanan, hasil bumi, serta kebutuhan untuk perjalanan menuju sumber mata air. Persiapan tersebut dilakukan secara gotong royong sehingga setiap warga dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan perannya masing-masing.

Setelah seluruh persiapan selesai, masyarakat berjalan bersama menuju huluwotan atau sumber mata air. Prosesi berjalan bersama ini memiliki makna penting, yaitu menggambarkan persatuan, kebersamaan, dan kesadaran bahwa air merupakan kebutuhan bersama. Perjalanan menuju sumber mata air juga mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan para leluhur yang dahulu harus membuka jalan dan membangun saluran air secara bersama-sama.

Sesampainya di lokasi huluwotan, masyarakat melaksanakan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Doa tersebut juga berisi harapan agar sumber air tetap mengalir, lingkungan sekitar tetap terjaga, masyarakat diberikan keselamatan, serta kehidupan warga senantiasa diberi keberkahan.

Baca Juga:  Truk Bermuatan Material Terguling di Jalan Ahmad Yani Cempekak, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Dalam pelaksanaannya, unsur keagamaan dan adat berjalan berdampingan dengan tetap menempatkan rasa syukur kepada Tuhan sebagai inti utama kegiatan.

Sebagai bagian dari tradisi, masyarakat juga membawa tumpeng dan berbagai hasil bumi, seperti padi, pisang, umbi-umbian, serta hasil palawija. Hasil bumi tersebut melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan keberkahan alam.

Setelah prosesi doa selesai, makanan biasanya dinikmati bersama oleh masyarakat. Makan bersama menjadi simbol kesetaraan, persaudaraan, dan rasa saling berbagi di antara warga.

Kepala Desa Malasari, H. Beni Hambali biasa dipangggil Hajiben, memaparkan bahwa Hajat Huluwotan Ciapit tidak hanya berbicara tentang upacara adat, tetapi juga mengandung pesan penting mengenai pelestarian lingkungan, antara lain sumber mata air merupakan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga kebersihannya. Karena itu, kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak kawasan resapan air, menjaga pepohonan, serta menggunakan air secara bijaksana.” Ujarnya.

Lebih lanjut Hajiben menjelaskan, bagi masyarakat sekitar, bahwa keberadaan huluwotan memiliki hubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
” Air digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mengairi lahan pertanian, perkebunan, serta menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, penghormatan terhadap sumber air bukan hanya simbol budaya, melainkan juga bentuk kesadaran ekologis dan tanggung jawab bersama.” Tegasnya.

Dari kegiatan ini terpatri nilai nilai gotong royong menjadi salah satu pesan utama dalam Hajat Huluwotan. Sejak pembangunan saluran air hingga pelaksanaan acara tahunan, tradisi ini mengajarkan bahwa persoalan bersama dapat diselesaikan melalui kerja sama.

Masyarakat tid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81: Kaperwil Banten Kompas1.id” Mengajak kepada Semua Bersatu Mengabdi untuk Bangsa”
DI PEDALAMAN KAPUAS HULU, MERAH PUTIH BERKIBAR GAGAH DI DEPAN SETIAP RUMAH
“SANTUN SAUYUNAN” SMPN 1 KUTAWARINGIN MERIAHKAN HUT KE-81 RI DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN*
AS Tawarkan Hadiah Rp 1,8 Triliun untuk Buru Delapan Pemimpin Kartel Jalisco
SAT RESKRIM POLRES OGAN ILIR UNGKAP KASUS PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI
​KOMUNITAS LFR SIAGA: KAWAL KIRAB DUPLIKAT BENDERA PUSAKA DARI GEDUNG SATE HINGGA PAKUAN.
SEMARAK HUT RI KE-81, ANAK-ANAK PAUD MATLABUNAJAH GELAR BERBAGAI PERLOMBAAN
MEMAKNAI KEMERDEKAAN DENGAN SENI CALUNG, IBU-IBU KP. KIARA BONGKOK LESTARIKAN BUDAYA SUNDA
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Peringatan Hajat Huluwotan Jadi Momentum Kebersamaan Warga dalam Merawat Mata Air, Lingkungan, dan Nilai Budaya Leluhur

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:34 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81: Kaperwil Banten Kompas1.id” Mengajak kepada Semua Bersatu Mengabdi untuk Bangsa”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:31 WIB

DI PEDALAMAN KAPUAS HULU, MERAH PUTIH BERKIBAR GAGAH DI DEPAN SETIAP RUMAH

Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:21 WIB

“SANTUN SAUYUNAN” SMPN 1 KUTAWARINGIN MERIAHKAN HUT KE-81 RI DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN*

Selasa, 18 Agustus 2026 - 03:30 WIB

SAT RESKRIM POLRES OGAN ILIR UNGKAP KASUS PENYALAHGUNAAN BBM BERSUBSIDI

Berita Terbaru